Bacaan hari ini: Ulangan 24:1-5
“Apabila baru saja seseorang mengambil isteri…; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya.” (Ulangan 24:5)

Bacaan firman hari ini merupakan salah satu bagian dari peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada umat-Nya, berkenaan dengan perlindungan bagi mereka yang lemah (Ulangan 23:19-24:22). Tujuannya, Allah ingin agar seluruh umat-Nya menghormati dan menjaga kekudusan kehidupan keluarga mereka, terutama pernikahan.

Pertama, hal yang berkenaan dengan perceraian. Perceraian, sebagaimana diizinkan di dalam hukum Musa (bdg. Im. 27:7-14; 22:13; Bil. 30:9) akibat kekerasan hati orang Israel (Mat. 19:8; Mrk. 10:5) sangat membahayakan martabat perempuan di dalam teokrasi. Oleh karena itu, setiap penyalahgunaan izin tersebut dicegah dengan cara membatasinya dengan berbagai alasan teknis dan pembatasan lainnya (24:1-4). Tujuan utama dari hukum ini adalah bahwa seorang laki-laki tidak boleh menikah lagi dengan mantan istrinya jika sang mantan istri sudah menikah kembali sesudah diceraikan, sekalipun suaminya yang kedua sudah menceraikan dia atau sudah meninggal. Berkenaan dengan suami pertama, mantan istri yang telah kawin lagi itu telah dicemari (ay. 4). Demikian ketidaknormalan situasi ini, yang diperbolehkan pada masa Perjanjian Lama, namun telah dibatalkan oleh Tuhan kita demi terwujudnya patokan pertama (Mat. 19:9; Mrk. 10:5-9; bnd. Kej. 2:23, 24).

Kedua, hal yang berkenaan dengan mereka yang baru saja menikah (ayat 5). Ini terkait dengan suatu penghormatan yang ditunjukkan kepada kekudusan hubungan pernikahan; di samping itu juga terkait kesejahteraan pihak perempuan, yang mana pihak perempuan dibahagiakan dengan kehadirannya. Hal ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi setiap pasangan baru untuk memberikan waktu khusus agar menyukakan hati pasangannya. Begitu juga para pemberi kerja Kristen, agar memberikan kesempatan kepada pegawai mereka yang baru menikah untuk menikmati bulan madunya (ayat 5).

Bagaimanakah dengan kehidupan pernikahan Anda saat ini? Jagalah hidup pernikahan Anda dalam kekudusan dan hindari perceraian! Amin.

STUDI PRIBADI: (1) Mengapa Allah tidak menghendaki ada perceraian dalam kehidupan pernikahan? (2) Apa yang Allah inginkan terjadi di dalam kehidupan pernikahan Anda?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar Allah menjaga dan memelihara kehidupan pernikahan Anda, sehingga setiap kita (pasangan) dapat menikmati berkat pernikahan yang Allah berikan.

Share Button