Bacaan hari ini: Mazmur 34-35
“Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!” (Mazmur 32:11)

Mazmur 32 ini tidak memberikan konteks tentang latar belakang dari Mazmur ini; berbeda dari Mazmur 51, kita tahu semua tentang apa yang dialami oleh Daud sebelumnya. Namun justru Mazmur 32 ini bisa menjadi sebuah Mazmur yang universal untuk semua manusia agar dapat menyadari dosa dan kesalahannya.

Hal pertama yang diyakini oleh Daud adalah bahwa dosa hanya bisa dibereskan dengan pengampunan dari Tuhan, dan manusia harus jujur di hadapan Tuhan, jangan menipu diri seolah-olah tidak ada masalah. Orang yang menutupi dosanya (berdiam diri), akan sangat menderita. Ayat 3-4 menggambarkan derita batin seorang yang bergumul dengan dosanya, yang berusaha ditutupinya, sehingga di dalam dirinya sama sekali tidak ada kedamaian, hanya ada siksaan, derita batin. Ini poin yang sangat penting, karena salah satu pengakuan iman Kristen yang mendasar adalah semua manusia telah berdosa dan melanggar kemuliaan Allah.

Mengakui dosa di hadapan Tuhan bukan berarti selesainya perkara, karena ada konsekuensi dosa yang harus kita tanggung, dan akan terasa sangat berat bagi kita. Meski pada Tuhan sekalipun ada hukuman, namun Tuhan juga memberikan belas kasihan (ayat 6-7). Sadar akan hukuman Tuhan yang begitu mengerikan, maka Daud menasihati orang lain untuk sungguh-sungguh bertobat, jangan pernah mencoba untuk mengulangi perbuatan tersebut. Pertobatan sejati pasti memiliki sebuah komitmen di hadapan Tuhan untuk tidak melakukan dosa lagi (ayat 8-9).

Sadar akan anugerah pengampunan dari Tuhan, dan Tuhan berkenan atas pertobatannya, maka orang yang berdosa akan mengalami pemulihan dari Tuhan, serta sukacita dan damai sejahtera Tuhan akan menyertainya (ayat 10-12). Inilah pengalaman Daud dan juga setiap kita yang percaya kepada Tuhan akan mengalami demikian. Saudaraku sekalian, bagaimana dengan pengalaman kita bersama dengan Tuhan dalam hal pengampunan dosa ini? Hendaknya kita menguji hati kita, apakah masih dibelenggu oleh dosa, atau kita masih mengalami kepahitan atau tekanan dosa?

STUDI PRIBADI: (1) Apa dosa Daud? Bagaimana Daud mengalami pengampunan TUHAN? (2) Apa Anda masih menyimpan dosa? Dapatkah kita mengampuni kesalahan orang lain?
DOAKAN BERSAMA: Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah kami, setiap anak-Mu, untuk mengampuni orang lain seperti Engkau telah mengampuni setiap kami, Amin.

Share Button