Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 12
“Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Aku pun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.” (2 Tawarikh 12:5b)

Perjalanan hidup manusia pada umumnya mengalami siklus, yaitu apabila diri mereka telah menjadi berhasil dan kuat, maka seringkali mereka meninggalkan Allah di dalam hidupnya. Ketika Tuhan Allah memberikan hajaran yang sangat menekan hidup mereka, maka barulah mereka kembali lagi kepada Tuhan Allah.

Bagian Firman Tuhan ini menunjukkan betapa pandai dan hebatnya raja Rehabeam mempersiapkan dan menjadikan kokoh kerajaannya dan kekuasaannya tidak tergoyahkan pada masa itu. Namun Firman Tuhan mencatat bahwa kesombongan Rehabeam telah membuat dirinya berubah setia terhadap Tuhan. Dalam posisi inilah Allah menghukum Rehabeam dengan mengerahkan kekuatan bangsa Mesir untuk merebut kota-kota benteng yang di Yehuda, bahkan sampai mendekati Yerusalem, kota Allah. Raja Sisak dari Mesir telah mengepung dan menguasai daerah Yehuda. Olehnya, Rehabeam merendahkan diri dan mengakui bahwa TUHAN-LAH yang benar! Tuhan Allah dengan segera meluputkan mereka dari kehangatan murka-Nya dan Yerusalem dapat diselamatkan. Ungkapan “terdapat hal-hal yang baik di Yehuda,” (ay. 12) menunjukkan adanya penyerahan diri yang sungguh-sungguh untuk bersandar kembali kepada Allah Israel.

Di tengah persaingan dan kemajuan teknologi masa kini, manusia cenderung untuk mengandalkan diri sendiri dan berubah setia terhadap Allah, hal ini merupakan godaan terbesar bagi umat Allah. Oleh sebab itu, melalui pengalaman hidup raja Rehabeam ini kita dapat belajar dan selalu ingat bahwa ada murka Allah yang selalu tersulut ketika kita tidak setia kepada-Nya. Namun di satu sisi kita juga perlu mengingat bahwa ketika kita bertobat dan berbalik kepada Allah, maka di situ ada belas kasihan Allah yang segera dicurahkan bagi setiap kita yang memiliki penyerahan diri yang sungguh-sungguh kepada Allah. Sehingga hanya Allah yang berhak berkarya dan memakai seluruh kehidupan kita untuk menggenapkan segala rencana-Nya yang baik melalui kehidupan kita.

STUDI PRIBADI: (1) Apa yang Rehabeam lakukan sehingga mendatangkan murka TUHAN? (2) Mengapa Tuhan berbelas kasihan kepada Rehabeam dan seluruh Yehuda?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar setiap kita, yang telah diberkati Tuhan, selalu menyadari dan mengingat, bahwa berkat yang Tuhan berikan adalah bagian dari rencana-Nya agar kita memberkati orang lain juga.

Share Button