“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Berbicara tenang Misi Allah, sejak kapan Misi Allah itu dinyatakan di dalam Alkitab?

(1) Sejak Awal, di dalam PL, di dalam kitab Kejadian, Allah telah melakukan Misi-Nya, yaitu: untuk menyelamatkan suatu umat, bangsa Israel, melalui Perjanjian dengan Abraham, untuk menjadi BERKAT bagi semua bangsa. Apakah misi Allah telah memenuhi apa yang diharapkan? Belum memenuhi. Apa Penyebabnya? Sebagai umat pilihan, bangsa Israel tidak taat akan Perjanjiannya untuk tetap setia kepada Allah. Dan untuk itu, Allah membangkitkan Hakim-Hakim-Nya dan Nabi-Nabi-Nya.

(2) Memasuki Era PB, Allah melalui peran Yesus di dalam Misi-Nya untuk menjangkau segala bangsa masih menjadi tujuan utama-Nya. Dimulai dengan mengutus 12 murid-Nya, pertama-tama kepada orang Yahudi (Mat 10:5-6) lalu kepada orang Yunani (Rm 1:16, 2:10). Bila kita membaca ke empat Injil, kita melihat bukti bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi segala bangsa. Sampai di sini, apakah misi Allah berjalan dengan baik? Masih berlanjut. Apa hambatannya? (a) Seorang murid-Nya, Yudas Iskariot menjual Yesus, (b) Para Iman, ahli Taurat menyalibkan Yesus dengan Hasutan-Nya, (c) Pemerintah Romawi dan militernya serta hukum, turut menyalibkan Yesus karena desakan para pemimpin agama dan rakyat, (d) Masyarakat turut menyalibkan Yesus karena dihasut oleh pemuka agama.

Setelah kematian-Nya, apakah misi Allah berhenti menjangkau segala bangsa? Setelah Yesus bangkit, tepatnya sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus memberikan perintah/titah yang kudus di dalam Matius 28:18-20. Hal ini menunjukkan akan Hati Yesus untuk memberitakan Injil bagi manusia ciptaan-Nya, agar segala bangsa kembali menyemah Allah yang benar, yang satu-satunya. Selama tiga tahun, Yesus telah mempersiapkan para Murid untuk menerima misi ini. Ini adalah perintah yang bersifat presentatif, yang terus-menerus dilakukan.
Pertanyaannya: Apakah sejak Amanat Agung diberikan sampai sekarang, Injil Kerajaan Allah telah diberitakan bagi segala bangsa? Bagaimana dengan adanya teknologi yang begitu luar biasa canggihnya (laut, udara, darat), apakah Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan bagi segala bangsa?

Apakah perintah Tuhan Yesus tidak jelas? atau kita salah mengartikan? Marilah merenungkannya dan merefleksikannya dalam diri kita. MISI: KEHARUSAN ATAU PILIHAN? Ada Janji Tuhan bagi yang melakukannya: “AKU menyertai engkau senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Sudahkah kita menjadi murid dan memuridkan orang lain? Ada Janji Tuhan bagi yang melakukannya: “Aku menyertai engkau senantiasa sampai kepada akhir zaman.” *

Share Button