Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.” (Yunus 4:10)

Allah adalah sumber, asal-usul, dan tujuan misi. Dengan demikian, Dialah yang menggagas Injil, yang memanggil orang kepada-Nya untuk keselamatan, dan untuk misi. Injil adalah ungkapan hakikat-Nya, yakni Ia penuh kasih dan kudus. Injil menunjukkan kepada kita bagaimana Ia menyelamatkan kita dari hukuman kekal dan mengaruniakan kepada kita keselamatan kekal, yang merupakan berkat dan mujizat terbesar-Nya dari sedemikiamn banyak berkat-Nya bagi umat manusia. William Booth mengatakan: “Mengenai Panggilan Misi, dia mengatakan bahwa Semua orang Kristen dipanggil untuk terlibat dalam misi, oleh karena Misi merupakan detak jantung Allah dan Alkitab. Orang yang tidak terlibat dalam misi global adalah orang yang sengaja tidak taat.”

Untuk dapat lebih mengerti bahwa Misi adalah Debaran Hati Allah, maka ada 2 hal yang dapat kita pelajari dari kitab Yunus yang menekankan sifat Allah yang beranugerah atas umat manusia:

Pertama, Allah adalah Pengasih, dan Penyayang, Panjang Sabar dan Berlimpah Kasih Setia. Yunus marah kepada Allah karena Allah memutuskan untuk mengampuni orang Niniwe. Karena Yunus tahu dan melihat betapa besarnya dosa orang-orang Niniwe dan menurutnya tidak layak orang seperti Niniwe diselamatkan. Tetapi Allah tetap ingin mengampuni orang Niniwe dan menyelamatkan mereka, Allah tidak ingin Orang Niniwe binasa. Allah memproklamasikan diriNya sebagai Allah yang Pengasih, penyayang, panjang sabar dan Belimpah kasih setia atau dengan kata lain “Allah yang Berbelas Kasihan kepada ciptaan-Nya.” Allah yang menyatakan sifatnya yang tidak pernah berubah dari dahulu hingga sekarang, yaitu Kasih. Bukan saja Allah mempunyai cinta kasih, tetapi kasih itu adalah Allah atau Allah adalah kasih. Kasih adalah substansi dari ilahi itu sendiri. (1 Yohanes. 4:9-10)

Kedua, Allah adalah Maha Pengampun (Yun. 4:10-11). Allah tidak bisa berkompromi atau mentolerir segala perbuatan dosa yang dilakukan oleh setiap umat manusia. Oleh sebab itu Allah menyampaikan kepada umatNya supaya mereka bertobat. Pertobatan yang mereka lakukan dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan respon pengampunan dan anugerah dari Allah. Hal ini yang dilakukan oleh orang Niniwe, mereka meresponi seruan Yunus untuk bertobat, sampai raja yang sombong dan angkuh tersebut turun dari singgasananya dan menanggalkan jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia diatas abu (Yun. 3:5-9). Allah melihat perbuatan mereka yang sungguh-sungguh bertobat dan menaruh pengharapan mereka kepada Allah, sehingga Allah yang Maha Pengampun dan penuh belas kasih itu pun mengampuni mereka dan memberikan kesempatan hidup bagi mereka.

Allah memanggil Yunus untuk menjalankan misi-Nya bagi Niniwe yaitu Seruan Pertobatan dan Jaminan Keselamatan bagi setiap orang yang Bertobat. Maka Tuhan juga memanggil kita utk mempunyai Hati Misi, membawa Kabar Baik kepada orang yang belum percaya sehingga setiap manusia yang Berdosa boleh mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus dan menerima Belas Kasihan dan Pengampunan dari Yesus Kristus. Karena orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan mendapatkan Pengampunan (Kis. 10:43). *

Share Button