Bacaan hari ini: Bilangan 36:1-13
“Sebab milik pusaka itu tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi suku-suku orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusakanya sendiri.” (Bilangan 36:9)

Pembagian harta warisan yang menjadi milik pusaka adalah suatu hal yang sangat penting. Biasanya, di dalam tradisi budaya Timur, penerima warisan adalah anak laki-laki, demikian juga halnya dengan umat Israel yang sudah memasuki tanah Kanaan.

Ada salah satu kaum dari suku Manasye yang tidak memiliki anak laki-laki sama sekali, sehingga harta waris jatuh ke anak perempuan. Yang menjadi permasalahan adalah, ketika mereka menikah, maka milik pusaka mereka akan jatuh pada suku lain dengan siapa mereka menikah, sehingga milik pusaka suku Manasye bisa berkurang. Allah menetapkan, “Mereka boleh kawin dengan siapa saja yang suka kepada mereka, asal mereka kawin di lingkungan salah satu kaum dari suku ayah mereka. Sebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya” (Bilangan 36:6-7). Dan para wanita ini taat kepada aturan Tuhan, “Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat anak-anak perempuan Zelafehad” (Bilangan 36:10).

Satu hal yang bisa kita pelajari dalam peristiwa ini adalah bahwa ketika mereka menghadapi permasalahan tanpa tahu jawabannya, mereka tidak memaksakan diri untuk mencari jalan keluar sendiri, tetapi mereka datang kepada Allah dan minta petunjuk Allah atas masalah yang mereka sedang hadapi, melalui diri Musa. Ketika mereka mau datang kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi dan mereka taat kepada-Nya. Baik laki-laki maupun perempuan di hadapan Tuhan punya tuntutan yang sama yaitu untuk mencari kehendak Tuhan dan menaati kehendak-Nya dengan sepenuh hati, walaupun kadangkala hal ini berarti mengalahkan keinginan pribadi kita.

Milik pusaka kita yang sesungguhnya bukanlah harta ataupun posisi, melainkan Allah sendirilah milik pusaka kita. Allah yang sanggup mengatur dan menyediakan bagi kita masing-masing untuk mendapatkan berkat dan kesempatan pada saat kita menaati setiap kehendak-Nya.

STUDI PRIBADI: Pelajaran rohani apakah yang dapat kita pelajari dan lakukan di dalam hidup kita, ketika membaca dan merenungkan bagian ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar setiap jemaat Tuhan mau belajar untuk mencari Tuhan dan kehendak-Nya di dalam kehidupan ini. Serta taat melakukan kehendak-Nya sebagai perwujudan kasih kita kepada-Nya.

Share Button