Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 16:1-20
“Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.” (Mazmur 108:13-14)

Semua orang mencari kebahagiaan. Namun, dalam realitasnya hari-hari yang dijalani adalah hari-hari yang sangat berat. Kebahagiaan justru jauh daripada kenyataan hidup. Wajarlah bila banyak orang mencari pertolongan untuk melalui hari-hari yang berat demi mendapatkan kebahagiaan. Segala cara diupayakan untuk mendapatkan pertolongan. Mencari pertolongan Tuhan akhirnya hanya menjadi salah satu alternatif atas pencarian kebahagiaan.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Ahas, raja Yehuda. Di dalam himpitan persoalan, dia justru mencari pertolongan lain daripada memilih datang kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber pertolongan. Ahas adalah raja Yehuda yang tingkah lakunya sangat menjijikkan Tuhan (bdk. Yeremia 7:31). Tindakan yang dilakukan Ahas adalah menyembah berhala bahkan membakar anaknya sendiri untuk persembahan bagi para berhala. Adapun perbuatannya itu membuat Tuhan murka dan menggerakkan raja Aram dan raja Israel untuk memukul Yehuda (bdk. ayat 5).

Sekalipun telah nyata bukti penyertaan Tuhan bahwa Yehuda tidak dapat ditaklukkan, raja Ahas tetap saja mencari pertolongan lainnya. Ahas justru membayar orang-orang Asyur dengan perak dan emas yang diambil dari rumah Tuhan. Bahkan, Ahas membuat mezbah baru dan mengganti mezbah yang ada di dalam bait Allah (ayat 14). Ia juga menyingkirkan dari rumah Tuhan, serambi tertutup untuk hari sabat yang telah didirikan pada rumah Tuhan (ayat 18).

Pelajaran penting yang kita dapat dari cerita ini adalah janji kesetiaan Tuhan yang tidak berubah atas umat-Nya. Yehuda tidak dapat dikalahkan oleh karena janji Tuhan atas umat-Nya. Tuhan justru dalam kebaikan-Nya, mengirim para utusan-Nya untuk meyakinkan umat-Nya, namun mereka justru lebih memilih untuk mencari pertolongan yang lain. Sesungguhnya, hidup kita kadang jauh dari kebahagiaan bukan karena Tuhan tidak beserta dengan kita, tetapi karena kita jauh dari Tuhan dan bahkan lebih memilih mencari kebahagiaan di luar Tuhan.

STUDI PRIBADI: Ketika dihimpit banyak persoalan, kepada siapa kita mencari pertolongan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah: Ingatkan kami senantiasa akan kasih setia-Mu, Tuhan, sehingga kami senantiasa berharap hanya kepada pertolongan-Mu karena Englaulah Allah Pencipta kami.

Share Button