“Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, —yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (Efesus 4:16)

Gereja merupakan tubuhKristus. Sebagai tubuh Kristus, gereja digambarkan sebagai sesuatu yang hidup, bertumbuh, dan dinamis seperti manusia yang bertumbuh dari anak-anak menjadi dewasa atau pun pohon yang bertumbuh dan menghasilkan buah. Dalam membangun pertumbuhan tubuh Kristus, Tuhan menetapkan jabatan nabi, rasul, gembala, penginjil, dan pengajar di tengah-tengah jemaat.

Hal ini bukan berarti bahwa orang-orang dengan kelima jabatan tersebut saja yang mengerjakan semua pelayanan di gerejaTuhan, melainkan mereka memperlengkapi setiap orang kudus supaya dapat bersama-sama membangun tubuh Kristus. Tuhan mengharapkan gereja mengalami tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus dan memiliki kedewasaan penuh. Untuk mencapai hal itu paling tidak ada dua hal yang harus ada di dalam tubuh Kristus.

Pertama, kesatuan iman. Di dunia ini terdapat berbagai macam pengajaran, pengajaran yang benar sesuai iman Kristen maupun pengajaran-pengajaran yang menyesatkan. Ketika orang Kristen tidak kuat dalam iman maka akan mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran-pengajaran lain. Jika di dalam tubuh Kristus tidak terdapat kesatuan dalam iman maka jemaat pun akan tercerai-berai. Karena itulah penting untuk memiliki kesatuan iman dan pengenalan yang benar akan Tuhan. Tuhan sudah memberikan pengajar-pengajar di tengah-tengah tubuh Kristus untuk membimbing jemaat supaya memiliki kesatuan iman dan pengenalan yang benar akan Tuhan. Namun dari jemaat sendiri pun harus ada kemauan untuk belajar. Bukan hanya mendengarkan khotbah di hari Minggu, tetapi juga mengikuti pembinaan, pendalaman Alkitab, dan membaca Alkitab secara pribadi supaya memiliki iman yang benar.

Kedua, kebenaran dalam kasih. Orang Kristen yang dewasa adalah orang Kristen yang mampu mengaplikasikan iman dalam kehidupannya. Bukan hanya mengerti kebenaran, tetapi mampu menghidupi kebenaran itu dalam kasih. Mempertahankan kesatuan iman harus dilandaskan pada kasih aktif yang berusaha untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan perbedaan pendapat melalui ketaatan pada Kristus. Kristus mengajarkan pengikut-Nya untuk saling mengasihi, dan kasih itu harus hadir di tengah-tengah komunitas orang percaya sebagai tubuh Kristus melalui sikap saling memperhatikan dan menolong.

Marilah kita membangun gereja kita menjadi komunitas yang semakin bertumbuh dalam kesatuan iman dan kasih. Dengan demikian nama Kristus juga akan semakin dimuliakan melalui gereja kita. *

Share Button