Bacaan hari ini: 2 Samuel 15:1-12
“Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.” (2 Samuel 15:12b)

Bagian firman Tuhan hari ini menyatakan bahwa Absalom, anak raja Daud, secara diam-diam mengadakan persepakatan dengan beberapa pejabat istana dan rakyat untuk mencuri hati mereka kepadanya. Tujuannya tentu saja menjadikan dirinya sebagai pemimpin mereka. Hal ini dilakukan dalam beberapa bentuk: pertama, Absalom mulai meninggikan dirinya di hadapan rakyat (ay. 1). Kemudian Absalom mulai mencegah rakyat yang mau melaporkan permasalahannya kepada raja (ay. 2). Pada puncaknya, Absalom membohongi Daud, ayahnya sendiri, dengan pergi ke Hebron untuk mempersiapkan dirinya sebagai raja. Dia mengajak rakyat yang setia kepadanya dan Ahitofel, penasihat raja.

Hal yang dilakukan Absalom ini jelas-jelas merupakan perbuatan yang melawan Tuhan dan raja Daud sebagai ayahnya sendiri. Berbeda dengan ayahnya, yang dulu ketika menjadi raja, menantikan waktu dan kehendak Tuhan, maka sekarang Absalom dengan keinginannya sendiri ingin segera merebutnya dari tangan Daud. Mengapa ini bisa terjadi? Pertama, karena pemberontakan Absalom merupakan bagian dari penghukuman Tuhan (2Sam. 12:9-11). Daud baru saja berbuat dosa, ia berzinah dengan Batsyeba dan mengambilnya sebagai istri melalui siasat pembunuhan yang jahat (2Sam. 11). Kedua, Daud tidak pernah bertindak tegas mendidik Amnon dan Absalom, sebelumnya (bnd. 2Sam. 13). Sekali lagi kita melihat bahwa salah satu pergumulan anak Tuhan adalah membesarkan dan mendidik anak-anaknya sendiri. Hal yang sama juga dialami Imam Eli dan Samuel, dimana kedua anak mereka ternyata tidak bertumbuh dalam takut akan Tuhan (1Sam. 2:12; 8:1-3).

Melalui kisah Absalom ini, kiranya kita diingatkan kembali, terutama kita sebagai seorang pemimpin dan ayah seperti Daud, agar kita beroleh pertolongan dari Tuhan, sehingga dimampukan untuk membesarkan dan mendidik anak-anak kita. Memang, tidak ada ayah yang sempurna, tetapi kiranya takut akan Tuhan ada dalam hati kita, yang akan berdampak dalam kehidupan anak-anak kita. Tuhan menolong kita semua.

STUDI PRIBADI: Mengapa Absalom dengan berani menyusun siasat dan melawan ayahnya sendiri?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat Tuhan, khususnya para ayah, agar beroleh pertolongan dan anugerah dari Tuhan untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya dalam takut akan Tuhan.

Share Button