“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Lukas 1:38)

Ada banyak pribadi-pribadi yang terlibat dalam peristiwa kelahiran Tuhan Yesus. Pertama adalah seperti yang kita renungkan minggu lalu, yaitu Yohanes Pembaptis. Pribadi yang dipanggil Tuhan untuk membuka jalan bagi kedatangan Sang Mesias. Kedua adalah yang akan kita lihat hari ini, yaitu Maria, yang dikenal sebagai ibu Tuhan Yesus. Ketika kita mengingat akan Maria, maka salah satu hal yang paling teringat adalah peristiwa malaikat Gabriel diutus menemui Maria untuk memberitakan maksud Allah atas hidupnya. Kalimat yang diucapkan Maria kepada malaikat Gabriel adalah kalimat yang paling identik dengan peristiwa ini, seperti yang menjadi tema pada hari ini, “jadilah kehendak Tuhan atas hidupku.”

Kalimat “jadilah kehendak Tuhan” adalah kalimat yang sering terlontar keluar dari mulut orang Kristen, terutama ketika berdoa. Tetapi, apakah hal-hal yang dimaksud di balik dari kalimat “jadilah kehendak-Mu” ini? Jika melihat Maria dan kehidupannya maka kalimat “jadilah kehendak-Mu” tidaklah sederhana seperti yang bisa diucapkan.

Hal pertama adalah penundukan total Maria kepada kehendak Tuhan, walau ada hal-hal yang belum dapat dimengerti, bahkan susah untuk dimengerti. Satu hal yang menjadi pergumulan Maria pada awalnya untuk menjalani kehendak Tuhan ini adalah dia tidak memahami bagaimana mungkin dia dapat mengandung sebelum bersuami? Tetapi malaikat memberi jawab bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Malaikat mengatakan bahwa Roh Tuhan akan turun atasnya, dan malaikat juga mengingatkan akan peristiwa ajaib yang dialami Elisabet, sanak saudaranya, yang mengandung padahal mandul. Maria tunduk dan taat akan kehendak Allah ini, dia menjalani dengan setia kehendak Allah atas hidupnya.

Hal kedua adalah kehendak Allah bersifat personal. Minggu lalu kita belajar tentang Yohanes Pembaptis yang secara personal dipilih Allah untuk menjadi pembuka jalan bagi Tuhan Yesus. Maria secara personal dipilih Allah untuk menjadi ibu Tuhan Yesus. Pribadi-pribadi lain di sekitar peristiwa kelahiran Tuhan Yesus juga merespons secara personal apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup mereka. Demikian juga yang menjadi pelajaran buat kita, yaitu adakah kehendak Tuhan yang secara personal diberikan-Nya pada kita untuk diresponi. Mungkin itu adalah perubahan hidup kita, misalnya keseriusan kita dalam memperhatikan hal-hal rohani dalam diri atau keluarga kita. Mungkin itu adalah kehendak Tuhan untuk kita bergumul dan serius dalam mengatasi kebiasaan buruk kita yang seringkali menjadi batu sandungan bagi orang lain. Atau dalam hal mendasar, misalnya keseriusan kita untuk mendengar firman Tuhan, karena bagaimana mungkin kita tahu apa yang Tuhan kehendaki kalau kita tidak pernah memberi diri untuk serius mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan kepada kita.

Kiranya momen Natal kali ini tidak berlalu begitu saja, tetapi menjadi momen dimana kita belajar memahami apakah kehendak Allah dalam hidup kita, yang Allah ingin kita berkata seperti Maria: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah kehendak-Mu.” Kiranya Tuhan menolong setiap kita. *

Share Button