Bacaan hari ini: Ulangan 1:9-18
“Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.” (Ulangan 1: 13)

Mencari pemimpin yang baik, berkualitas, dan berintegritas tidaklah mudah. Dibutuhkan kepribadian yang bertanggung jawab agar pemimpin yang didapat sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam bacaan hari ini, dikisahkan bagaimana Musa mengingat masa ketika ia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang baik serta berkualitas untuk membantunya mengurus umat Allah. Dengan semakin banyaknya jumlah orang Israel, Musa mulai kewalahan memikul tanggung jawab kepemimpinan dan menangani setiap persoalan yang dihadapi bangsanya (ay. 9-12). Karena itu, Musa membutuhkan bantuan dari orang-orang yang dapat dipercayainya dalam memimpin umat Allah. Musa pun meminta dua belas suku Israel mengajukan orang-orang yang sesuai dengan kriteria yang ia tetapkan (ay. 13): bijaksana, berakal budi, dan berpengalaman. Menarik sekali, kata “bijaksana” ini juga dipakai di Ulangan 4:6, ketika Musa memerintahkan umat Israel untuk berpaut pada Tuhan dan melakukan perintah Tuhan (Ul. 4:4-6). Musa juga meminta orang-orang tersebut dapat menjalani kepemimpinan dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya (ay. 15-17), yaitu mengepalai pasukan dengan jumlah yang ditetapkan (ay. 15), mengambil keputusan dengan adil (ay. 16), mengadili dengan netral dan tidak gentar (ay. 17), serta berkoordinasi dengan Musa dalam perkara yang terlalu sukar (ay. 17c). Demikianlah perintah Musa kepada para pemimpin waktu itu (ay. 18).

Cara, strategi, dan kriteria Musa di atas dapat dijadikan pertimbangan yang berharga saat kita berkesempatan untuk memilih pemimpin, baik di gereja, di lembaga maupun di negara. Apabila kita memilih pemimpin yang salah, akibatnya sangat fatal. Banyak aspek dan sistem yang rusak bila kita salah memilih pemimpin, terlebih lagi pemimpin rohani. Sebab teladan hidupnya sangat berpengaruh bagi kemajuan dan pertumbuhan rohani umat Allah. Memilih seorang pemimpin bukan disebabkan oleh perasaan suka atau tidak suka. Bukan pula karena kekayaan atau ketenaran orang tersebut, melainkan orang yang takut akan Allah.

STUDI PRIBADI: (1) Mengapa diperlukan kerjasama tim dalam melayani? (2) Apa kriteria pemimpin di atas dapat menjadi acuan bagi gereja hari ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat yang diberi kesempatan melayani sebagai pemimpin, agar benar-benar hidup takut akan Tuhan, segala yang dilakukannya sesuai dengan Firman Tuhan dan tetap menjadi teladan di manapun berada.

Share Button