“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5)

Adalah sebuah fenomena yang menarik ketika memperhatikan bagaimana keluarga di masa kini. Perubahan informasi dan teknologi membentuk kehidupan berkeluarga kita. Televisi yang pada awalnya digunakan sebagai media untuk berkumpulnya keluarga menikmati tontonan bersama sekarang digantikan oleh gadget yang kemudian membuat anggota keluarga tidak menjadi bagian dari keluarga, namun menjadi semakin individu. Bagaimana tidak, ketika makan bersama dalam sebuah restoran cepat saji, kerapkali kita melihat sekeluarga duduk berkumpul tetapi setiap anggotanya sibuk dengan gadget masing-masing. Bahkan ironisnya, gadget malah lebih diperhatikan daripada anggota keluarga.

Jauh-jauh hari di dalam kehidupan Israel pada Perjanjian Lama, Allah telah mengingatkan kepada mereka mengenai apa yang terutama dalam kehidupan mereka yaitu keluarga. Keluarga menjadi bagian yang penting di dalam kehidupan Israel, oleh karena itu Allah memberi perintah kepada pemimpin keluarga untuk mendidik anak-anak mereka di dalam kebenaran. Bukan hanya diberitahu atau diajarkan sekali atau beberapa kali, melainkan berulang-ulang (ay. 7). Sebelumnya, Allah juga mengingatkan bahwa yang diajarkan pertama kepada keluarga adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Melalui mengasihi Allah, maka keluarga akan dapat mengasihi anggota keluarga lainnya. Tentu, di dalam kehidupan mereka pasti ada gangguan-gangguan dalam keluarga untuk tidak melakukan yang demikian. Meskipun begitu, bangsa Israel diminta Tuhan untuk mengupayakan dengan sepenuh hati untuk mengutamakan keluarga mereka dan mengajarkan kepada keluarga mereka berulang-ulang!

Dari sini kita belajar setidaknya 2 hal mengenai keluarga: pertama, pentingnya mengasihi Allah di dalam keluarga. Mengasihi Allah di dalam keluarga akan membuat keluarga itu menjadi harmonis. Dan pelajaran ini harus dimiliki oleh setiap anggota keluarga sehingga harus diulang-ulang dan diajarkan kapan saja untuk memaknai kehidupan bersama Allah; kedua, pentingnya mengupayakan pemuridan di tengah-tengah keluarga. Ketika kita memiliki waktu bersama keluarga, hendaknya kita menyingkirkan gangguan yang mendistraksi termasuk gadget kita. Waktu-waktu keluarga adalah waktu yang berharga di mana kita bisa bersama-sama mengalami Allah dengan keluarga kita, di situ sebaiknya kita tidak menghilangkan waktu dengan bermain gadget sendiri atau membiarkan anggota keluarga kita asyik dengan gadget mereka.

Pada akhirnya, ketika segala sesuatunya hilang, kekayaan, kesehatan, dan bahkan diri kita, yang terutama adalah bagaimana keluarga yang mencintai kita. Mari luangkan waktu dan mengutamakan keluarga, bukan gadget kita! *

Share Button