Bacaan hari ini: Keluaran 30:22-33
“Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu kudus.” (Imamat 19:2b)

Kehidupan bersama dengan Allah adalah sebuah kehidupan yang berdasarkan kepada kekudusan. Sejak zaman dulu, berulang kali, Allah telah menggemakan panggilan hidup kudus bagi umat-Nya. Allah telah memberikan peraturan demi peraturan untuk mengarahkan umat-Nya hidup dalam kekudusan.

Dalam kasus ini, Allah berfirman kepada Musa, supaya membuat suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus (ay. 25). Campuran minyak urapan yang kudus ini dikhususkan untuk menguduskan Kemah Pertemuan, dan tabut hukum, meja dengan segala perkakasnya, kandil dengan segala perkakasnya, dan mezbah pembakaran ukupan; dan juga untuk mengurapi Harun dan anak-anaknya yang akan memegang jabatan imam (ay. 26-30). Minyak urapan kudus ini diperuntukkan untuk tujuan yang kudus untuk melayani TUHAN, sehingga orang awam tidak diperbolehkan memakai minyak urapan ini secara sembarangan. Jika ditemukan orang awam yang dengan sengaja menggunakan minyaknya, maka orang demikian haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya (ay. 33). Bahkan para imam juga tidak diperbolehkan memakai minyak urapan ini untuk tujuan yang berbeda bagi umat Israel.

Dari Firman Tuhan hari ini, secara konsisten ketika Tuhan telah memberikan perintah dan peraturan kepada umat-Nya, maka Tuhan juga memberikan batasan-batasan yang jelas antara “yang kudus” dan “yang tidak kudus” supaya umat-Nya tidak melanggar. Apabila umat Allah sudah mengerti aturan yang jelas dari Allah dan tetap melanggar, maka akan ada sebuah konsekuensi bagi mereka yang melanggarnya.

Hari ini, kita memiliki Firman Tuhan sebagai pegangan kita untuk mengetahui dan membedakan mana “yang kudus” dan “yang tidak kudus” sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu, bawalah diri kita masing-masing untuk hidup berpadanan dengan Firman Tuhan supaya kita boleh senantiasa memuliakan nama Allah.

STUDI PRIBADI: (1) Bagaimana kehidupan pribadi kita dengan Tuhan? Adakah kita rindu ingin mengerti kehendak-Nya? (2) Sudahkah hidup kita berpadanan dengan Firman-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar Allah memberikan kepada kita hati yang selalu merindukan Firman-Nya dan memegang teguh serta melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan setia.

Share Button