Bacaan hari ini: Mazmur 88
“Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau, Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telingaMu…” (Mazmur 88:2-4)

Oswald Chambers pernah berkata: “Percuma berdoa untuk masa lalu; berdirilah tepat di mana Anda berada dan buatlah masa kini lebih baik daripada masa lalu. Dasarkan semuanya pada hubungan Anda dengan Tuhan dan majulah terus; pada akhirnya Anda akan temukan bahwa apa yang muncul di depan jauh lebih baik daripada masa lalu yang pernah ada.” Mazmur 88 ini merupakan salah satu Mazmur dari beberapa Mazmur yang tidak berakhir dengan catatan kemenangan gemilang. Ketika Heman, orang Ezrahi menulisnya, kondisinya sangat menderita dan Tuhan tidak memberikan kelegaan kepadanya. Namun, penting untuk kita ketahui adalah “ia tetap berdoa dan percaya kepada Tuhan” (ay. 2-3, 10, 14).

Ketika kita ingin berkata, “tidak seorangpun yang tahu dan mengerti bagaimana perasaan dan kesusahan hatiku”, ambilah waktu membaca Mazmur ini. Bagaimana perasaan Heman diungkapkan dalam bagian ini, ia seperti orang mati yang dikuburkan di liang yang gelap (ay. 6), seperti orang yang tenggelam di bawah gelombang dan ombak (ay. 8), seperti orang najis yang melihat semua orang menjauhkan diri dan meninggalkannya sendiri (ay. 9), dan terutama ia merasa seperti orang yang dihukum mati yang ditinggalkan Tuhan (ay. 11, 16-17).

Namun, dengan iman ia datang memandang kepada Tuhan. Tuhan yang penuh dengan keajaiban, cinta kasih dan kesetiaan (ay. 11-13). Ia berseru hanya kepada Tuhan dan mencurahkan kesusahan dan seluruh perasaannya kepada Tuhan. Ingatlah baik-baik, “perasaan kita mungkin berubah, tapi Tuhan tidak pernah berubah kasih, kesetiaan dan keajaiban-Nya, dulu, sekarang dan selamanya.” Sikap kita harus tetap mempercayai-Nya, baik dalam keadaan yang gelap, sulit atau bahkan ketika kita sedang menderita. Tuhan tahu apa yang kita rasakan, dan percayalah bahwa di balik penderitaan yang kita alami, Tuhan sedang mengerjakan tujuan-tujuan-Nya yang terbaik bagi kita dan akan memberikan pertolongan-Nya tepat pada waktu-Nya (Ibr. 4:14-16). Oleh sebab itu, tetaplah berdoa, percaya dan muliakan Tuhan selamanya.

STUDI PRIBADI: Pelajaran apa yang sangat penting untuk kita ketahui dan dilakukan dari kehidupan pemazmur ketika menghadapi pergumulan hidup?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi diri kita, keluarga dan umat Tuhan agar tetap berdoa dan berserah penuh kepada Tuhan ketika mengalami pergumulan dan penderitaan hidup. Dan tetap memuliakan Tuhan dalam pergumulan.

Share Button