Bacaan hari ini: Ayub 4-5
“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Mulai Ayub pasal 4 sampai 31, kita membaca dialog Ayub dengan sahabat-sahabatnya: Elifas – orang Teman, Bildad – orang Suah, Zofar – orang Naama. Mereka awalnya datang untuk menghibur Ayub, kemudian mulai bertindak seperti hakim yang memeriksa kondisi Ayub. Elifas memulainya pertama kali untuk berbicara kepada Ayub.

Elifas mulai dengan sebuah keyakinan bahwa Ayub telah melakukan dosa sehingga ia harus mengalami penderitaan (4:17). Ayub dinasihatinya untuk meninggalkan kebodohan dan kejahatan (5:2-6). Semua penderitaan ini merupakan disiplin Allah terhadapnya (5:17). Kemudian Elifas mendesak agar Ayub mengakui dosanya dan bertobat supaya Allah memulihkannya (5:18-27). Secara umum, yang disampaikan Elifas memang benar, tapi memutlakkan bahwa seluruh penderitaan diakibatkan karena dosa, maka ini perlu kita kaji kembali.

Kita perlu melihat penderitaan bukan hanya dari satu sudut pandang saja seperti Elifas. Dalam kasus Ayub, Allah mengizinkan Ayub mengalami penderitaan untuk menyatakan kemuliaan-Nya di dalam hidup Ayub. Juga tidak semua bencana, penderitaan yang kita alami, mutlak karena dosa kita sendiri. Sikap yang tepat pada saat menghadapi kesulitan dan penderitaan adalah tidak bersikap “hitam atau putih” saja dan sibuk mencari-cari kesalahan. Baiklah kita belajar berserah kepada Tuhan di saat kita tidak dapat memahami seluruh rencana dan kehendak-Nya di dalam hidup kita. Tetap dan teruslah percaya bahwa jika Allah mengizinkan kita menghadapi penderitaan, maka Allah juga akan memberikan kekuatan bagi kita untuk menanggungnya dan mengalami kemuliaan Allah pada akhirnya.

Biarlah sebuah lagu yang menggambarkan kebenaran ini menolong setiap kita untuk terus percaya dan berharap hanya kepada Allah yang tidak pernah meninggalkan setiap kita: Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku. Tiap hari aku dibimbing-Nya; tiap jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu. Suka dan derita bergantian memperkuat imanku.

STUDI PRIBADI: (1) Apa dasar keyakinan Elifas untuk menegur dan menasihati Ayub? (2) Berkat rohani apa yang dapat kita pelajari dan terapkan dari perenungan Firman Tuhan ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah untuk setiap pemimpin gereja agar tahan uji dalam menghadapi berbagai kesulitan dan pergumulan hidupnya, supaya tetap menjadi kesaksian di tengah-tengah dunia ini, Amin.

Share Button