Bacaan hari ini: Imamat 24:1-9
“Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan Tuhan; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.” (Imamat 24:8)

Umat Tuhan dituntut untuk hidup kudus bukan hanya supaya Tuhan dimuliakan, melainkan karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang kudus. Adapun, kitab Imamat sangat banyak berbicara perihal kekudusan, bahkan dikatakan bahwa hal kekudusan adalah penekanan utama kitab Imamat. Ini terlihat dalam catatan Imamat 11:44-45a: “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus…”

Melalui pasal 24:1-9 ini, kita dapat melihat perihal peraturan ritual yang diberikan oleh Allah kepada umat Israel dan para imam dalam kerangka kekudusan. Hal tentang kekudusan terlihat sangat jelas ketika apa yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan, menggunakan hal-hal yang terbaik atau murni. Seperti yang dinyatakan bahwa hanya minyak zaitun murni yang boleh dipakai untuk menyalakan lampu di kemah suci, dan para imam bertanggung jawab memelihara agar api tersebut tetap menyala. Juga, roti sajian harus dibuat dari tepung terbaik dan harus dipersembahkan kepada Tuhan dengan kemenyan tulen sebagai kurban api-apian bagi Tuhan dan hanya imam yang boleh memakan roti tersebut, yaitu pada setiap sabat ketika roti yang lama diganti dengan roti yang baru.

Peraturan dan ritual tersebut memang tidak lagi berlaku bagi umat Tuhan pada masa kini. Namun, prinsip kekudusan tetap mengikat umat Allah di sepanjang masa. Satu hal yang perlu diingat sebagai umat Allah bahwa kekudusan adalah hal yang tidak dapat dikompromikan, tidak dapat ditawar. Itulah sebabnya, sebagai umat Allah yang sudah ditebus dan dikuduskan oleh karya penebusan dalam Kristus Yesus, sudah seharusnya kita menjaga hidup kudus di hadapan Tuhan. Kiranya kita terus-menerus dimampukan dalam menjaga dan mempraktikkan hidup kudus selama hidup di dalam dunia ini.

STUDI PRIBADI: Selama ini, dengan cara seperti apa, Anda mempraktikkan hidup kudus dalam kehidupan sehari-hari?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar setiap orang percaya benar-benar dapat menjaga kesaksian hidupnya dengan menjaga kekudusan hidupnya di tengah dunia yang telah cemar ini.

Share Button