Bacaan hari ini: Keluaran 30:1-10
“Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian…” (Keluaran 30:10)

Bagian ini mengatur mengenai pembuatan mezbah pembakaran ukupan. Mezbah pembakaran ukupan berbeda dengan mezbah korban bakaran. Mezbah pembakaran ukupan khusus dipakai untuk membakar ukupan wangi-wangian dan tidak boleh dipakai untuk keperluan lain. Campuran dari persembahan ukupan itu juga ditetapkan oleh Tuhan.

Mezbah itu harus diletakkan di ruang kudus di depan tabir ruang maha kudus, tempat kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Di atas mezbah itu, imam-imam harus mewakili umat Tuhan mempersembahkan ukupan pada pagi dan petang setiap harinya, sama seperti korban bakaran. Dalam Alkitab, persembahan ukupan melambangkan doa-doa umat Tuhan (Mzm. 141:2). Oleh karena itu, bau harum semerbak yang terus membubung dan memenuhi ruang kudus pada pagi dan petang melambangkan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan.

Melalui persembahan bakaran, Israel mengabdikan dan menyucikan hidup dan tindakannya, tubuh dan jiwa bagi Tuhan. Melalui persembahan ukupan, umat menaikkan doa-doa kepada Tuhan. Persembahan ukupan bukan hanya tindakan merohanikan dan mengubah rupa persembahan bakaran, tapi juga penyempurnaan persembahan bakaran tersebut. Setiap tahun harus diadakan pendamaian terhadap mezbah pembakaran ukupan, dengan darah korban penghapus dosa. Hal ini melambangkan: umat Israel hanya bisa menghampiri Tuhan atas dasar penebusan dan pendamaian. Umat Israel juga hanya bisa menghadap Tuhan melalui perantaraan imam.

Hari ini, orang percaya tidak perlu lagi mempersembahkan korban pendamaian setahun sekali. Kristus telah menjadi korban pendamaian yang sempurna bagi orang percaya. Melalui pengorbanan Kristus, orang-orang percaya dilayakkan untuk menghadap Tuhan secara pribadi melalui doa, tanpa harus melalui perantara. Karena itu kita harus mengucap syukur dan menyadari bahwa doa adalah hak istimewa yang diberikan bagi tiap orang percaya. Jika demikian, akankah kita menyia-nyiakan hak istimewa itu? Sudahkah Anda mengawali dan mengakhiri setiap hari dengan doa?

STUDI PRIBADI: (1) Apa beda mezbah pembakaran ukupan dengan mezbah persembahan bakaran? (2) Mengapa harus diadakan pendamaian bagi mezbah itu setiap tahunnya?
DOAKAN BERSAMA: Doakanlah saudara-saudara kita seiman yang dalam dalam pergumulan atau mengalami lemah tubuh. Kiranya Tuhan memulihkan kondisi mereka, dan mereka tetap setia menantikan pertolongan-Nya.

Share Button