“Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.” (Amsal 1:32-33)

“Globalisasi” berasal dari kata “global” (dunia), adalah satu proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya (Ensiklopedia Wikipedia). Ada dua dampak langsung sebagai akibat globalisasi, pertama adalah penyebaran informasi secara cepat dan tak terbendung. Kedua adalah hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi.

Dampak positif :
– Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
– Mudah melakukan komunikasi
– Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
– Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
– Terpacu untuk meningkatkan kualitas diri
– Mudah memenuhi kebutuhan

Dampak negatif :
– Informasi yang tidak tersaring.
– Prilaku konsumtif, manusia jadi tidak kreatif.
– Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit.
– Banyak meniru perilaku yang buruk.
– Lunturnya budaya dan kearifan lokal.

Sebagai contoh: Senin, 29 Oktober 2018, pukul 06.20 pagi pesawat Lion Air hilang kontak, dalam sekejap kita dapat postingan beritanya di Android kita, dengar langsung di radio dan lihat langsung di televisi. Pada hari itu juga langsung jadi topik utama seluruh media sosial dan televisi, baik nasional maupun internasional, tidak ada yang bisa ditutupi dan tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Padahal tempat kejadian dengan posisi kita mungkin bisa berjarak ratusan atau bahkan ribuan kilometer. Dunia seolah jadi satu tanpa ada batas tempat dan waktu.

Dalam perubahan dunia yang begitu cepat ini apa yang bisa kita lakukan? Amsal mengingatkan kita, “Orang yang yang tidak berpengalaman dibunuh oleh keengganannya.” Di era globalisasi, tidak ada satu orangpun yang bisa mengklaim diri paling tahu, paling berpengalaman. Semua harus buka diri, harus mau belajar. Terima atau tidak, dunia sudah berubah, sedang berubah dan terus diubah, anda tetap mau jalan di tempatpun, ia akan terus maju tanpa mempedulikan dirimu. Orang yang tidak mau belajar dari kehidupan, dia akan terbunuh oleh keengganannya sendiri.

Berikutnya dikatakan: “Siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.” Kata “aku” di sini adalah berbicara tentang hikmad, artinya orang yang mau belajar dia akan terlindung, tidak diombang ambingkan dan ditelan jaman. Mari, di era globalisasi ini anak Tuhan harus membuka diri, jangan menutup diri dengan alasan rohani dan menghindari arus globalisasi dengan alasan itu duniawi. *

Share Button