Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 15:1-26
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN…; Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.” (2 Raja-Raja 15:3, 9)

Dalam pasal ini raja-raja yang memerintah Yehuda dicatatkan sebagai orang yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan, sedangkan raja-raja Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.

Secara khusus untuk raja-raja Israel, satu nama yang selalu dicatatkan namanya dan menjadi rujukan adalah bahwa mereka tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang-orang Israel berdosa pula (ay. 9, 18, 24, dll). Yerobeam adalah seorang Efraim yang menjadi pegawai Salomo namun kemudian memberontak kepada Salomo dan melarikan diri ke Mesir. Setelah kembali ke Israel, selanjutnya ia menjadi raja dan membawa orang Israel jatuh kepada penyembahan berhala, seumur hidupnya (1 Raja 11:26-14:19).

Catatan berulang tentang tindakan kesetiaan maupun ketidaksetiaan mereka menjadi sangat penting. Apa yang dilakukan, baik oleh raja-raja Yehuda maupun Israel, selalu mencontoh dan mengikuti teladan dari orang tua atau nenek moyang mereka. Sebagai pemimpin, mereka tentu menjadi panutan bagi umat dan juga anak-anak mereka sehingga apapun yang dilakukan akan selalu diikuti.

Hal ini menjadi sebuah peringatan dan juga teguran bagi setiap orang orang tua atau juga pemimpin agar bersungguh-sungguh memperhatikan dan mendidik generasi selanjutnya. Selama bergenerasi, baik raja Yehuda maupun Israel, selalu melakukan hal yang sama tanpa ada perubahan berarti. Keseriusan untuk menghasilkan generasi yang takut akan Tuhan harus dimulai dari orang tua dan pemimpin yang takut akan Tuhan, yang mengajarkan kebenaran dan meneladankan perbuatan benar yang sesuai dengan Firman Tuhan dan kehendak Allah.

Bila Yerobeam bin Nebat selalu dicatatkan sebagai teladan buruk bagi generasi penerusnya, catatan seperti apa yang akan kita tinggalkan bagi anak, cucu, cicit kita, sebagai penerus? Apakah akan tercatat dengan tinta emas sebagai orang tua yang takut akan Tuhan atau catatan kelam karena pemberontakan kepada Tuhan. Semoga!

STUDI PRIBADI: (1) Generasi seperti apakah kita sekarang ini? (2) Bagaimana kita dapat menghasilkan generasi penerus yang takut akan Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan, agar selalu memperhatikan dan mendidik anak-anaknya di dalam rangka tujuan untuk menciptakan generasi yang takut akan Tuhan.

Share Button