“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6)

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kemajuan penemuan dan pemanfaatan teknologi juga terus berkembang. Sebagai contoh yang sederhana adalah teknologi komunikasi ada saat ini, di mana gadget sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, mulai dari anak-anak hingga yang berusia lanjut dapat dikatakan tidak ada lagi yang tidak memanfaatkan teknologi ini.

Gadget yang telah menjadi kebutuhan pokok manusia, itu terus berkembang pesat dengan fitur-fitur yang semakin luas. Orang bisa saling terhubungkan secara instan meski berada di tempat yang berjauhan. Berbagai provider dan produsen pun saling berlomba-lomba untuk merangsang pembeli dengan berbagai fasilitas yang canggih dengan harga yang relatif terjangkau atau murah. Semua fasilitas ini dibuat untuk mempermudah kita berhubungan, yakni menjadi jembatan relasi satu dengan yang lain secara cepat. Di satu sisi semua itu memberi kemudahan akses bagi kita, tetapi di sisi lain berbagai kemudahan itu ternyata membuat kita tidak lagi tertarik untuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar kita secara langsung, ini menjadi tembok yang memisahkan. Hal ini dapat kita lihat dari pelbagai riset yang menunjukkan bahwa persoalan ini merupakan salah satu yang paling meresahkan sebagai akibat negatif dari perkembangan dan pemanfaatan gadget. Betapa seringnya kita melihat suami istri atau anggota keluarga tidak lagi saling ngobrol ketika berada di rumah makan atau cafe. Mereka sibuk dengan gadget masing-masing, tidak peduli lagi dengan orang yang pada saat itu ada bersama mereka.

Benar gadget modern bisa mempermudah kita dalam bekerja, bersosialisasi, dalam berbagai aspek kehidupan termasuk pula dalam melayani Tuhan, dan tidak ada yang salah dengan mengikuti perkembangan jaman lewat gadget dan fasilitas yang semakin maju. Tetapi kita harus memperhatikan betul penggunaannya. Apakah kita memuliakan Tuhan dengan melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat dengan semua kemudahan yang ada yakni menjadi jembatan dalam berelasi, atau sebaliknya kita malah menutup diri dari lingkungan bahkan menjauh dari Tuhan, sebagai tembok yang memisahkan satu dengan lainnya.

Harus kita akui bahwa perkembangan teknologi komunikasi dalam hal ini gadget disadari atau tidak telah merubah perilaku hidup manusia zaman ini, termasuk dalam gereja. Karena itu, sebagai anak Tuhan kita harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi agar bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan dan membuat kita lebih mudah untuk berbagi cerita dan kasih kepada orang lain yang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kita satu dengan yang lain. Sebaliknya jangan dipakai untuk membangun tembok-tembok tinggi yang akan memisahkan kita dari teman, saudara dan keluarga termasuk pula dari Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita. *

Share Button