Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32)

Peristiwa yang terjadi dalam pasal ini berada dalam satu rangkaian perjalanan pelayanan Yesus di wilayah Galilea (Yohanes 7:1). Di pasal-pasal ini mulai ada konflik dan penolakan dari orang Yahudi ketika Yesus mulai mengungkapkan siapa diri-Nya. Orang Yahudi begitu bangga dengan jati diri mereka sebagai keturunan Abraham, umat pilihan Allah. Kehadiran Yesus membuat mereka tidak nyaman karena mereka iri. Syukurlah ternyata dari antara mereka banyak juga yang terbuka pikirannya dan mulai percaya. Untuk kelompok orang inilah Yesus berkata: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Kata “tetap”, dalam bahasa mandarin adalah 遵 守 (zun shou) terdiri dari dua kata 尊 敬 (zun jìng) = menghormati/menghargai dan kata 保 守 (bao shou) = menjaga/memelihara. King James menggunakan kata “terus” (If ye continue in My word = Jika kamu terus dalam firman-Ku). Dari dua penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa jika kita benar-benar adalah murid Tuhan maka harus menghormati dan memelihara Firman Tuhan, Firman itu terus menerus kita hidupi dan hidup dalam kehidupan kita. Banyak orang tertarik pada Firman, membenarkan apa yang Firman Tuhan katakan, namun belum tentu hidupnya tinggal terus di dalam kebenaran Firman Tuhan.

Berikutnya dikatakan jika kita sudah hidup dalam firman maka kita akan mengetahui kebenaran. Kelemahan para pemimpin Yahudi jaman Yesus adalah mereka tahu banyak tentang firman tetapi tidak bisa menghidupi firman itu, akhirnya menutup hati terhadap kebenaran. Rasa superioritas sebagai keturunan Abraham, umat pilihan Allah membuat mereka merasa cukup, tidak butuh lagi yang lain. Sesuatu yang baik akhirnya menjadi penjara bagi pemimpin Yahudi untuk mengetahui kebenaran. Banyak hal bisa jadi jebakkan bagi kita, mungkin itu fasilitas hidup atau kelebihan yang kita miliki, membuat kita tidak lagi merasa butuh firman Allah, tanpa firman Allah tidak mungkin tahu akan kebenaran.

Akhirnya kita akan belajar siapa itu “firman” dan siapa itu “kebenaran”. Yohanes 1:14 mengatakan: “Firman itu sudah jadi manusia dan tinggal di antara kita”. Sedangkan dalam Yohanes 14:6 dikatakan: “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Jadi baik “Firman” maupun “Kebenaran” yang dimaksud menujuh pada satu pribadi yang sama, yaitu Tuhan Yesus. Dari seluruh pembahasan tersebut di atas bisa kita simpulkan bahwa orang Kristen yang baik adalah orang yang sungguh-sungguh mau hidup dalam Tuhan, seantero hidupnya menghormati dan menjaga apa yang Tuhan inginkan. Hidupnya tidak lagi dikuasai oleh hal-hal dunia tetapi dikuasai oleh Tuhan. Karena hanya Tuhanlah yang dapat memerdekakan kita. *

Share Button