Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezar, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” (1 Samuel 7:12)

Eben-Haezer (bahasa Ibrani: Even Ha’Ezer, artinya batu pertolongan; bahasa Inggris: Eben-Ezer atau Ebenezer) adalah nama tempat kuno di Israel yang dicatat dalam Kitab 1 Samuel. Merupakan tempat pertempuran, di mana 3 kali Bangsa Israel melawan Bangsa Filistin.
– Pertempuran 1, bangsa Filistin menewaskan 4000 orang Israel. (1Sam. 4:2)
– Pertempuran ke-2, bangsa Filistin menewaskan 30.000 orang Israel. Bahkan Tabut perjanjian Tuhan dirampas, Hofni & Pinehas mati, Imam Eli yang dengar berita kekalahan itu kaget, jatuh dari kursi lalu tewas, dan terakhir menantu imam Eli, istri Pinehas yang hamil tua, yang mendengar bahwa suami dan ayah mertuanya meninggal, langsung bersalin dan meninggal pula. Sebelum meninggal, menantu Eli memberi nama anaknya, Ikabod, “Telah lenyap kemuliaan dari Israel”- karena tabut Allah dirampas dan karena mertua dan suaminya meninggal. (1Sam. 4:10-22)
– Pertempuran ke-3 terjadi 20 tahun kemudian, bangsa Israel berhasil memenangkan pertempuran atas bangsa Filistin dan berhasil merebut kembali semua daerah yang pernah direbut bangsa Filistin. (1Sam. 7:2-14) Lalu Samuel mendirikan batu peringatan sebagai pengingat kepada bangsa Israel bahwa Allah-lah yang menolong mereka melawan bangsa Filistin.

Apakah sebabnya bangsa Israel kalah dalam pertempuran 1 dan 2? Lalu apakah sebabnya bangsa Israel menang atas bangsa Filistin setelah 20 th?
1. Bangsa Israel mengandalkan diri sendiri bukan Tuhan (1 Samuel 4)
Sekalipun ada Tabut Tuhan, namun Tabut tersebut hanya bersifat sebagai “jimat” yang memberikan keberuntungan dan dorongan semangat. Namun sesungguhnya bangsa Israel mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam bertempur melawan bangsa Filistin. Itulah sebabnya bangsa Israel dikalahkan dan dipermalukan bangsa Filistin.

2. Bangsa Israel mengandalkan Tuhan dan bukan diri sendiri. (1 Samuel 7)
Samuel menegur dan mengingatkan bangsa Israel yang salah jalan dengan menyembah ilah lain. Samuel menegur bangsa Israel, agar (1) berbalik kepada Tuhan; (2) menjauhkan para ilah asing dan Asytoret; (3) menujukan hati kembali kepada Tuhan dan beribadah hanya kepada Tuhan. Puji Tuhan, bangsa Israel mau mendengarkan teguran Samuel. Lalu mereka menjauhkan para ilah dan mencurahkan air di Mizpa sebagai tanda pertobatan, berpuasa dan berdoa. Bahkan saat hendak bertempur dengan bangsa Filistin, bangsa Israel meminta kepada Samuel untuk berseru dan berdoa tanpa henti kepada Tuhan agar menolong mereka. Hasilnya, justru Tuhanlah yang maju berperang melawan bangsa Filistin, sehingga bangsa Israel mengalami kemenangan.

Pelajaran dari kisah Eben-Haezer ini adalah dalam pergumulan dan kesulitan apapun:
1. Terus Percaya dan Andalkan Tuhan.
2. Terus berdoa dan berani bertindak. (Ora et Labora)
3. Terus Membaca Firman Tuhan sebagai ‘batu peringatan’ yang akan mengingatkan dan menguatkan kita untuk berjalan bersama Tuhan.

Share Button