Bacaan hari ini: 1 Tawarikh 17:1-27
“Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.” (1 Tawarikh 17:12)

Bagaimana respons kita jika telah berdoa secara sungguh, ternyata Tuhan tidak mengabulkan keinginan doa kita? Biasanya seseorang akan menyerah dan tidak mempedulikan Allah lagi. Mengapa? Karena ia kecewa. Atau ia akan berusaha dan lebih keras lagi meminta. Ia akan “memaksa” Allah untuk mengabulkan keinginan hatinya tersebut.

Tetapi kita melihat sikap Daud di dalam teks kita hari ini sungguh berbeda. Dalam 1 Tawarikh 17:1-15, kita membaca bagaimana Raja Daud mengutarakan keinginan hatinya kepada Allah melalui nabi Natan. Ia ingin mendirikan sebuah “rumah” bagi Tuhan. Ia melakukan ini karena ia belajar mengasihi Tuhan dan merasa tidak patut jika baginya ia memiliki rumah yang layak, tetapi untuk Allah tidak tersedia. Sebuah keinginan yang baik bukan? Tetapi Allah menolak keinginan Daud tersebut. Allah menyatakan bahwa bukan Daud lah yang akan membangun sebuah Rumah TUHAN, melainkan anaknya.

Respons Daud ketika mendengar bahwa Tuhan menolak doanya, ia tetap mengucap syukur kepada Tuhan melalui doanya. Daud bersyukur atas kasih karunia Tuhan kepadanya, sehingga ia bisa memerintah sebagai raja atas Israel. Ia juga menyadari hikmat Allah melampaui pemikirannya sebagai manusia (ay. 20). Daud pun bersyukur karena Tuhan menyatakan kemurahan-Nya kepada dia dan keturunannya. Mengapa? Karena Allah menyatakan bahwa keturunan Daud lah yang kelak akan menggenapi keinginan Daud dan rencana Tuhan, yaitu mendirikan sebuah Bait Allah.

Apakah saat ini kita sedang bergumul dengan sesuatu yang terus kita doakan kepada Allah? Dan apakah Allah tidak mengabulkan keinginan doa kita? Janganlah kecewa kepada-Nya. Belajarlah bersyukur kepada Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik bagi setiap kita. Ketika Tuhan menjawab doa kita dengan berkata “TIDAK”, maka itu bukan berarti Allah tidak mengasihi kita. Hanya saja Allah sedang membawa kita kepada sesuatu yang jauh lebih besar dan indah, melampaui apa yang kita minta kepada-Nya. Karena itu, tetap bersyukurlah kepada-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Dalam perikop yang kita baca ini, apakah yang menjadi doa Daud? (2) Bagaimanakah respons Daud saat doanya tidak dikabulkan oleh TUHAN?
DOAKAN BERSAMA: Tuhan, ajarkanlah kami, anak-anak-Mu untuk senantiasa berdoa dan hidup mengandalkan-Mu dalam segala hal, terlebih ketika doa kami belum Engkau kabulkan, Amin.

Share Button