Bacaan hari ini: Mazmur 119:89-176
“Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.” (Mazmur 119:97-98)

Tingkat kecerdasan manusia tidak hanya ditentukan seberapa tinggi nilai IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) saja. Karena ada faktor lain yang tidak kalah penting yakni SQ (Spiritual Quotient). SQ secara sederhana mengacu kepada hikmat, yang kita percaya bersumber pada Firman Tuhan.

Mazmur 119 merupakan sebuah Mazmur yang menolong orang-orang percaya untuk belajar mengasihi Firman Tuhan yang memberikan hikmat bagi kehidupan. Kecintaan pemazmur akan Firman Tuhan tertuang dalam ayat 97. Mengapa ia mengasihi Firman Tuhan? Alasannya sederhana saja, karena Firman Tuhan mengerjakan beberapa hal baik dalam kehidupan orang yang mengasihinya. Pertama, Firman Tuhan menjadikan anak-anak Tuhan menjadi lebih bijaksana dan berakal budi (bdk. ayat 89-100). Ketika seseorang membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan, maka Tuhan akan menolongnya menghadapi berbagai masalah hidup.

Kedua, Firman Tuhan yang kita baca menolong kita mengenali tipuan musuh yang berusaha untuk menghancurkan (ayat 101, 110, 115-120). Ada banyak tantangan harus dihadapi oleh orang-orang percaya yang bisa membawa kepada kejatuhan. Maka Firman Tuhan yang terus dipelihara di dalam hati akan menjaga langkah kita.

Dan ketiga, Firman Tuhan menjaga langkah kaki kita dari jalan-jalan kesesatan yang menghadang (ayat 105, 129-135). Kejatuhan seseorang ke dalam dosa bukan saja karena perangkap Iblis dan godaannya saja. Kita bisa jatuh juga karena kebebalan dan ketidakmengertian kita. Hanya Firman Tuhan yang sanggup menjagai hidup kita.

Mazmur ini ditutup dengan sebuah pujian dan pengakuan bahwa pemazmur sangat merindukan dan mengharapkan campur tangan Tuhan di dalam hidupnya. Ia mengibaratkan diri sebagai domba yang tersesat dan terhilang sehingga terus membutuhkan pertolongan-Nya. Adakah kita juga terus menumbuhkan cinta akan Firman Tuhan? Tanpa Firman Tuhan, maka hidup kita akan mudah tersesat. Belajarlah terus mencintai Firman Tuhan.

STUDI PRIBADI: (1) Alasan apa yang membuat pemazmur mencintai Firman TUHAN? (2) Bagaimanakah kita? Apa yang membuat kita mencintai Firman TUHAN dalam hidup kita?
POKOK DOA: Berdoa untuk segenap jemaat TUHAN agar tetap membaca dan merenungkan Firman TUHAN di dalam hidupnya dan juga setia melakukan Firman Tuhan itu di dalam hidupnya, Amin.

Share Button