Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yohanes 20:25)

Tomas, yang disebut Didimus, adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus. Selama 3,5 tahun bersama Yesus, Tomas banyak mendengar pengajaran Tuhan Yesus tentang penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya. Akan tetapi pada hari ketika Tuhan Yesus ditangkap, disiksa, disalib dan mati, Tomas menghilang. Maka malam pertama setelah kebangkitan Tuhan Yesus, Yesus mendatangi murid-murid-Nya yang sedang ketakutan dengan orang-orang Yahudi, Tomas tidak bersama-sama dengan murid-murid yang lain (ayat 24)

Maka, ketika murid-murid memberitahukan kepada Tomas: “Kami telah melihat Tuhan!” Tomas dengan skeptis menjawab: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yohanes 20:25). Mengapa Tomas bisa skeptis atau tidak percaya dengan berita kebangkitan Tuhan Yesus? Menarik sekali pernyataan yang dikatakan Tomas “sekali-kali aku tidak akan percaya”

Dalam bahasa Yunani, kata “sekali-kali tidak akan” adalah OU ME. Arti dari OU adalah tidak dan ME juga tidak. Ini yang disebut dengan negatif ganda, yang menerangkan bahwa suatu kemungkinan yang terkecilpun tidak akan terjadi. Dengan kata lain, jika Tomas tidak melihat bekas paku pada tangan Tuhan Yesus dan sebelum ia mencucukkan jarinya ke dalamnya dan mencucukkan tangannya ke dalam lambungnya, sedikitpun Tomas tidak akan percaya.

Mengapa Tomas bisa begitu skeptis atau sama sekali tidak percaya dengan berita kebangkitan Yesus? Pertama, Ketika Kristus menampakkan diri kepada murid-murid yang lain, Tomas tidak bersama mereka (ay 24). Itu sebabnya, Ibrani 12:15 memperingatkan kita: “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Kedua, Tomas adalah seorang yang mempunyai pendirian teguh, ia tidak mau ikut-ikutan. Sebelum ia mengalami sendiri yakni melihat bekas paku di pada kedua tangan Tuhan Yesus dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali ia tidak akan percaya.

Tuhan Yesus tidak marah dengan pendirian Tomas. Ini terbukti delapan hari kemudian Tuhan Yesus menampakkan diri lagi kepada Tomas dan meminta Tomas melakukan apa yang seperti ia minta. Tomas langsung sujud dan berkata: “Ya Tuhanku dan Allahku.” Setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, iman Tomas menjadi amat kokoh. Sejarah mencatat, Tomas pergi ke India menjadi misionari, mendirikan banyak gereja dan menjadi martir di sana. *

Share Button