Bacaan hari ini: Yosua 15:1-63
“Katanya: Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30)

Sesuai dengan arti namanya, Kaleb adalah seorang yang gagah berani. Ketika diutus Musa mengintai tanah Kanaan, di antara dua belas pengintai, sepuluhnya ketakutan melihat postur tubuh musuh yang tinggi besar, orang Enak, penduduk Hebron, suku asli Kanaan. Hanya dua orang yang berani melihat dengan sudut pandang berbeda, dan salah satunya adalah Kaleb. “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30).

Setelah empat puluh lima tahun, ketika hampir semua tanah Kanaan ditaklukkan, ternyata masih ada pegunungan Hebron yang belum ditaklukkan. Namun persoalannya sekarang Kaleb sudah berusia delapan puluh lima tahun. Syukurlah, usia tidak melemahkan semangat juang dan iman Kaleb untuk mendapatkan pegungan Hebron. Kaleb masih sanggup menghalau tiga orang anak Enak, yaitu Sesai, Ahiman dan Talmai dari daerah Kiryat-Arba. Setelah mengalahkan Kiryat-Arba, Kaleb terus maju untuk menyerang Kiryat-Sefer. Di sinilah kita melihat kebesaran hati dan keluhuran jiwa Kaleb. Walaupun semangatnya tidak berubah seperti empat puluh lima tahun lalu, Kaleb sadar bahwa fisiknya sudah tidak sama, butuh orang lain, generasi muda yang bisa mewarisi semangat dan imannya. Tidak tanggung-tanggung, Kaleb berjanji: siapa yang bisa mengalahkan penduduk Debir, ia akan memberikan putrinya sendiri menjadi istri orang itu. Akhirnya tampillah Otniel anak Kenas, keponakannya sendiri menaklukkan kota Kiryat-Sefer. Dan Kaleb menepati janjinya memberikan Akhsa, anaknya menjadi istri Otniel.

Belajar untuk bijak dengan diri sendiri itu tidak mudah; memang betul hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan, semangat pelayanan tidak boleh luntur, usia terus bertambah, namun fisik kita semakin lemah. Seorang pemimpin besar harus juga seorang yang berjiwa besar, sanggup melihat dan mempersiapkan generasi selanjutnya; visi tidak berhenti dan mati di tangannya. Sebaliknya delegasikanlah tugas dan tanggung jawab, agar regenarasi dapat terjadi. Mari kita belajar dari Kaleb.

STUDI PRIBADI: (1) Apa alasan utama Kaleb memiliki semangat dalam melayani Tuhan? (2) Apakah yang dapat kita pelajari dari kepemimpinan Kaleb dalam kisah ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi para pemimpin gereja supaya mereka giat dalam pelayanan dan setia dengan komitmen melayani Tuhan serta mempersiapkan generasi muda untuk melayani Tuhan di masa yang akan datang.

Share Button