Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 14:1-29
“Sebab TUHAN telah melihat betapa pahitnya kesengsaraan orang Israel itu… dan tidak ada penolong bagi orang Israel. Tetapi TUHAN tidak mengatakan bahwa Ia akan menghapuskan nama Israel dari kolong langit; jadi Ia menolong mereka…” (2 Raja-Raja 14:26-27)

Julukan apa yang pantas disematkan kepada seorang mempelai yang mengucapkan janji setia sehidup semati kepada pasangannya dalam sebuah pernikahan, namun pada saat bersamaan hatinya berpaut kepada pria/ wanita lain? Seperti itulah Amazia dan juga ayahnya terhadap Tuhan. Walaupun dicatat melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, sayangnya tidak dengan sepenuh hati. Dalam zaman pemerintahannya, masih ada bukit-bukit pengorbanan dibiarkan. Amazia menjadi tinggi hati karena berhasil mengalahkan Edom sehingga dengan congkak menantang Yoas bin Yoahas, raja Israel untuk bertarung, yang akhirnya mengakibatkan kejatuhannya sampai pada akhir hidup yang tragis.

Berbeda dengan Amazia dan ayahnya, Yoas bin Yoahas dan anaknya, Yerobeam melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Melihat perbuatan keempat raja tersebut, sesungguhnya lebih banyak tindakan jahat yang diperlihatkan daripada penghormatan akan Tuhan. Mereka membawa rakyat, kerajaan Israel maupun Yehuda, untuk berbuat dosa, berselingkuh dengan ilah lain dan menyakiti hati Tuhan. Dalam situasi yang demikian, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Tuhan datang dan menolong mereka melalui perantaraan Yerobeam bin Yoas (ay. 27), seorang yang tidak takut akan Tuhan. Inilah kesetiaan Tuhan, menyayangi umat-Nya meskipun telah dikhianati, menolong umat-Nya meskipun ditelikung, dengan kasih-Nya yang tanpa syarat, dengan tetap mengingat perjanjian yang dibuat-Nya terhadap Abraham, Ishak, dan Yakub (2Raj.13:23).

Seperti seorang anak kecil berjanji tidak mengulangi kesalahannya, seberapa banyak ia berjanji, sebanyak itu pula ia melanggarnya, namun sebanyak itu dan lebih lagi ia menerima kasih dari orang tuanya. Bukankah demikian dengan orang percaya dalam perjalanannya mengikut Tuhan? Berulang kali menyakiti hati Tuhan dan berjanji untuk tidak melakukannya tetapi jatuh kembali, namun Tuhan tetap mengasihi dan menolong karena kesetiaan-Nya dan janji-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, Ia setia pada perjanjian-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Sepanjang perjalanan rohani, seberapa sering kita jatuh namun Tuhan tetap hadir & menolong ? (2) Bagaimana kasih & kesetiaan Tuhan mengubah hidup kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah untuk setiap jemaat Tuhan agar mereka menyadari kasih setia Tuhan dan kebaikan-Nya dalam hidup mereka sehari-hari, sehingga setiap jemaat akan mengasihi Tuhan dan setia kepada-Nya.

Share Button