Bacaan hari ini: Mazmur 36-37
“Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:3-4)

Mazmur yang diyakini ditulis oleh Daud pada masa tuanya ini (ay. 25) digolongkan dalam Mazmur hikmat dengan pola penulisan akrostik yaitu penulisan berdasar abjad (tentu dalam Mazmur ini adalah abjad Ibrani) secara berurutan dari awal sampai akhir untuk memberikan kemudahan kepada para pembaca atau pendengarnya baik dalam hafalan maupun pengertian dan melakukannya.

Pengalaman pemazmur dalam hidup yang dituangkan dalam Mazmur 37 ini menyoroti kehidupan orang benar dan orang fasik, di mana seolah-olah ada pemahaman umum pada kalangan umat bahwa hidup orang fasik jauh lebih beruntung dibandingkan hidup orang benar. Namun sejak awal pemazmur sudah memberikan peringatan tegas agar orang benar jangan menjadi marah dan iri hati kepada orang fasik karena sangat mungkin orang benar akan melihat kemujuran, kemakmuran, dan kesuksesan orang fasik dan seolah-olah hidupnya jauh dari malapetaka dan penderitaan.

Mengapa orang benar dilarang marah & iri hati? Karena keberhasilan, kemakmuran, dan hidup orang fasik hanyalah untuk sesaat dan sementara. Pemazmur mengibaratkannya seperti rumput yang akan segera layu atau tumbuhan yang akan segera lisut (ay. 2). Hidup orang fasik akan berakhir dalam kebinsaan dan lenyap (ay. 9-10, 38). Tetapi sebaliknya, pemazmur menggambarkan bahwa orang benar sesungguhnya amat sangat diberkati oleh Tuhan, seperti tertulis: keinginan hatinya diberikan, mewarisi negeri, ditertawakan oleh Tuhan, ditopang oleh Tuhan, dan masih banyak lagi.

Hidup manusia tidak ditentukan oleh keberhasilan orang lain, karena itu jangan memandang keberhasilan orang fasik, apalagi menjadi marah dan iri hati karenanya. Alih-alih menjadi marah, Firman Tuhan memberikan peringatan agar orang percaya memohon dan memiliki hikmat dari Tuhan dalam memandang kehidupan di tengah dunia yang tidak adil ini, dan menaruh seluruh pengharapannya hanya kepada Tuhan, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun karena Tuhan sungguh mengasihi umat-Nya dan tidak akan tinggal diam. Tuhan berjanji akan memberikan pertolongan-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Bagaimana perasaan Anda ketika melihat orang fasik hidupnya seolah-olah diberkati? (2) Catat janji Tuhan dalam Mazmur 37, apa komitmen Anda kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah untuk segenap pemimpin gereja agar mereka tetap fokus melayani TUHAN, meskipun ada berbagai pergumulan yang dialami, terkait dengan pekerjaan dan keluarganya, Amin.

Share Button