Bacaan hari ini: Mazmur 38-41
“Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.” (Mazmur 40:2)

Hal terbaik apa yang dapat dapat dilakukan manusia ketika sedang dalam pergumulan dan situasi yang buruk? Mengeluh, mungkin ini hal pertama yang dilakukan. Pertanyaan: Mengapa Tuhan? Berapa lama lagi Tuhan?” adalah ungkapan dan respons alami manusia terhadap pergumulan hidup. Dalam Mazmur 40 yang digolongkan ke dalam Mazmur keluhan individu, meskipun tidak diketahui secara pasti mengapa keluhan ini muncul (Daud mengalami banyak pergumulan hidup, seperti: dikejar-kejar Saul dan menghadapi ancaman pembunuhan, berpura-pura menjadi gila, dikhianati anaknya sendiri, Absalom, dan masih banyak lagi), namun ada sebuah keyakinan yang teguh yang dimiliki oleh Daud bahwa Tuhan peduli, hadir, dan tidak tinggal diam.

Daud berkata, “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan” atau yang dapat diterjemahkan, “tak kunjung henti menantikan” adalah sebuah gambaran bagaimana Daud sudah, sedang dan masih terus bergumul menantikan Allah menjawab doanya. Dalam penantiannya, Daud bukan tidak hanya mengeluh dan menyalahkan situasi, tetapi malah memuji Allah. Ia berkata, “Allah memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita” (Mzm. 40:4). “Betapa banyaknya yang dapat ditulis tentang menantikan Allah!” kata F.B. Meyer. “Penantian adalah rahasia pendidikan jiwa manusia untuk mencapai perangai mulia yang terbaik dari dirinya.”

Dalam penantian, orang percaya dapat berdoa, memuji Tuhan, dan melihat bagaimana Tuhan sedang bekerja dan membentuk hati umat-Nya untuk memiliki kerendahan hati dan hanya berharap kepada Tuhan. Eka Darmaputera menyaksikan, “Dalam situasi seperti itu, ketika tangan dan upaya manusia tak lagi mampu melakukan apa-apa yang bermakna, kita bersyukur karena bagi orang beriman selalu ada yang amat berarti yang dapat dilakukan, yaitu: BERDOA. Kita menyatakan penyerahan diri kita, seraya mempersilahkan tangan-Nya bertindak dan kehendak-Nya berlaku dengan leluasa. Sebab itu, tolong, janganlah pernah Anda katakan, “Saya cuma bisa berdoa!” Doa itu, bukan “cuma”!

STUDI PRIBADI: (1) Bagaimana sikap pemazmur menghadapi persolan hidup? (2) Apakah pertolongan Tuhan telah Anda alami dalam hidup ini? Sudahkah Anda bersyukur?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah untuk segenap orang Kristen supaya mereka tetap berserah penuh hanya kepada TUHAN, dalam menghadapi pergumulan hidup yang berat hari lepas hari.

Share Button