Bacaan hari ini: Nehemia 2
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” (Roma 12:15)

Inilah binatang-binatang yang berhati manusia, demikianlah ungkapan sebuah judul tajuk berita. Salah satu binatang yang dikatakan “berhati manusia” itu adalah semut. Mengapa semut? Semut merupakan serangga yang hidup berkoloni dan lebih mengutamakan kepentingan komunitas di atas kepentingan individu. Bahkan, seorang pengkhotbah bernama John Chrysostom pernah berkata: lebah dipuji bukan hanya karena ia bekerja, melainkan karena ia bekerja bagi sesamanya.

Dalam bacaan hari ini, Nehemia adalah seorang pribadi yang nampak mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Keprihatinan yang mendalam terhadap keadaan tembok Yerusalem yang sudah menjadi puing-puing membuat Nehemia gelisah. Kegelisahan itu nampak jelas tergambar melalui raut wajah kesedihan ketika dia sedang melayani raja. Alhasil raja pun bertanya kepadanya: “Mengapa wajahmu muram, walaupun engkau tidak sakit?” (ay. 2).

Keprihatinan Nehemia ini bukan sekadar kasihan belaka, melainkan sebuah bentuk empati yang keluar dari sebuah pergumulan dan permohonan kepada Allah. Hal ini terlihat jelas ketika menjawab pertanyaan raja, Nehemia datang berdoa kepada Allah (ay. 3). Singkat kata, Allah bekerja dengan cara melunakkan hari sang raja sehingga menyetujui dan mengijinkan Nehemia untuk mengerjakan dan menuntaskan rasa keprihatinannya terhadap bangsanya. Sekalipun dalam perjalanan untuk memulai pengerjaan pembangunan tembok Yerusalem kembali, Nehemia dihadang oleh beberapa orang atau golongan yang tidak senang. Namun, kesulitan itu tidak menggoyahkan semangat kepedulian Nehemia terhadap bangsanya dan juga tidak meruntuhkan iman percaya Nehemia. Nehemia percaya bahwa Allah yang menyertai akan membuat mereka berhasil (ay. 20). Semangat kepedulian terhadap orang lain perlu kita kobarkan juga dalam diri kita sebagai pribadi di dalam sebuah komunitas yang kita sebut sebagai gereja. Mintalah pimpinan Tuhan senantiasa dalam mengerjakan kepentingan bersama sebagai satu tubuh Kristus.

STUDI PRIBADI: Kontribusi apakah yang kiranya dapat Anda berikan dalam menuntaskan masalah/pergumulan yang sedang dihadapi komunitas/gereja Anda berjemaat saat ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar setiap orang percaya tidak lagi mementingkan kepentingan dirinya sendiri, melainkan mengutamakan kepentingan orang lain juga.

Share Button