Bacaan hari ini: Ayub 31
“Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?” (Ayub 31:4)

Perdebatan Ayub dengan ketiga temannya memasuki bagian akhir sebelum Elihu, teman Ayub yang lain berbicara. Ayub dalam bagian ini kembali menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan besar yang layak mendapatkan konsekuensi penderitaan seperti saat itu. Ayub ingin membela dirinya bahwa dia tidak seperti yang dikatakan teman-temannya, yang menuduhnya menderita karena berbuat kesalahan besar.

Beberapa kejahatan coba dikatakan oleh Ayub sebagai pengakuannya bahwa dia tidak jatuh dalam perbuatan dosa itu, yaitu: Pertama adalah tentang berdusta dan keserakahan. Kedua adalah tentang mengingini wanita lain. Ketiga adalah tentang mengabaikan hak para budak. Keempat adalah mengabaikan atau mencelakai orang-orang tak berdaya, anak yatim, dan para janda. Kelima adalah menaruh kepercayaan kepada allah lain atau harta benda. Keenam adalah bersukacita karena orang yang dibenci kena celaka. Ketujuh adalah menyembunyikan kesalahan dalam hati. Kedelapan adalah berbuat curang terhadap ladang dan pemiliknya. Ayub berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyadari apakah dia jatuh dalam berbagai kejahatan tersebut. Sampai saat itu, Ayub mengaku tidak melakukan kejahatan-kejahatan tersebut.

Pergumulan Ayub bukanlah perkara yang mudah; dalam pasal 1-2 dinyatakan bahwa dia menderita begitu sangat karena Iblis ingin mencobai dia untuk menjatuhkan imannya. Oleh karena itu, tuduhan ketiga temannya itu adalah tidak bijak dan kurang tepat untuk memberikan jalan keluar bagi Ayub dari penderitaannya. Tidak heran, Ayub bukannya semakin mendapat kekuatan dan penghiburan di tengah penderitaannya, melainkan semakin berusaha membela dirinya dan tidak dapat menerima segala teguran teman-temannya. Dan pelajaran lain dari bagian firman ini adalah: kita diingatkan untuk tidak jatuh dalam berbagai kejahatan seperti yang Ayub sebutkan di atas. Tujuannya bukan agar kita tidak kena celaka besar, seperti yang telah dituduhkan teman-teman Ayub, tetapi karena kejahatan tersebut menyakiti hati Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa Ayub tidak mendapatkan penghiburan dari teman-temannya, Ayub justru berusaha untuk membela dirinya di hadapan teman-temannya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan, agar ditolong Tuhan menjadi saudara seiman yang dapat saling menguatkan dan menolong ketika yang lain ada dalam kesulitan dan penderitaan.

Share Button