Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 13:14-25
“’Bukalah jendela yang di sebelah timur!’ Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: ‘Panahlah!’ Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: ‘Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN…’” (2 Raja-Raja 13:17)

Beberapa tayangan TV untuk anak-anak mengisahkan tokoh-tokoh heroik sebagai pembela kebenaran dan keadilan, misalnya: Power Ranger, Kamen Rider, dsb. Tayangan-tayangan itu mengajarkan setidaknya sebuah nilai yang penting, yaitu “kejahatan pasti akan kalah.” Memang dalam perspektif berpikir orang pada umumnya adalah demikian, yang jahat sudah seharusnya kalah dan merasakan akibatnya.

Sebaliknya kita melihat hal yang berbeda dari kisah hidup Raja Israel, Yoas. Alkitab mencatat dengan jelas bahwa ia adalah raja yang jahat di mata Tuhan. Dalam 16 tahun pemerintahannya, ia justru terus membakar murka sakit hati Allah. Ketika Yoas menghadapi kondisi terjepit, Israel terus ditindas oleh Aram dan sebentar lagi menghancurkan takhta Yoas. Dalam keadaan demikian, Yoas memohon kepada sang Abdi Allah, Elisa, untuk meminta pertolongan Tuhan. Di mata Tuhan, Yoas adalah raja yang jahat, pantas dihukum dan binasa. Tapi menariknya, Allah menyatakan respons berbeda. Ia memberikan simbol anak panah sebagai tanda kemenangan Israel terhadap Aram. Elisa memberikan tanda itu dengan berkata “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN.” Anak panah ini bukan hanya sekadar simbol, tapi menjadi jaminan kemenangan bagi Yoas. Bukan karena Yoas baik, tapi karena kemurahan Tuhan (ay. 23). Hal yang perlu disorot adalah kebaikan Tuhan di tengah-tengah kejahatan raja Yoas. Anak panah kemenangan menyatakan dengan jelas bahwa hanya anugerah Tuhan saja yang masih dapat memberi kebaikan bagi orang jahat.

Kehidupan sebagai orang Kristen begitu mudah tertarik kepada apa yang jahat, yang dosa. Setiap dosa adalah jahat di mata Tuhan. Adalah pantas bagi setiap kita, untuk mendapatkan apa yang buruk daripada apa yang baik. Namun, “anak panah kemenangan” mengingatkan kemurahan Tuhan yang besar. Kalau hidup kita masih banyak menerima kebaikan, itu semata-mata karena Tuhan. Kemenangan demi kemenangan dalam hidup seharusnya membuat kita sadar untuk hidup semakin mengasihi Tuhan, hidup benar bagi Dia.

STUDI PRIBADI: (1) Sudahkah kita menyadari bahwa semua kemenangan adalah dari Tuhan? (2) Apakah kita sudah menyadari anugerah kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi orang Kristen; kiranya melalui setiap kemenangan yang kita dapatkan, kita dapat hidup semakin mengasihi Tuhan sehingga hidup kita bisa menjadi kesaksian yang hidup bagi sekeliling kita.

Share Button