“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22)

Kitab Bilangan adalah kitab keempat dari 5 Kitab Musa (Pentateuch). Kitab Bilangan menceritakan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh bangsa Yahudi ketika mereka harus mengeliling padang pasir selama 38 tahun. Dalam bahasa Ibrani, kitab Bilangan disebut “be-midbar”, yang artinya “daerah liar.” Sangat sulit hidup di padang pasir yang gersang; siang kepanasan dan malam kedinginan. Belum lagi air minum sulit didapat, serangan binatang buas dan musuh-musuh di sepanjang jalan.

Amat bersyukur, ditengah-tengah banyaknya tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi bangsa Israel, Tuhan berfirman kepada Musa agar Harun dan anak-anaknya mengucapkan berkat-berkat-Nya yang baik untuk umat-Nya. Perhatian! Rumusan berkat ini hanya disampaikan oleh imam karena dalam Perjanjian Lam,a imamlah yang ditetapkan sebagai perantara (mediator) Allah. Imam sebagai perantara permohonan, doa dan persembahan-persembahan korban dari umat Allah kepada Allah. Apa berkat Allla yang indah itu?

Pertama (ayat 24): “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau.” Ungkapan “Tuhan memberkati engkau” adalah suatu kepastian bahwa Tuhan adalah sumber berkat dalam hidup ini. Tidak ada sumber lain, hanya Tuhan yang menjadi sumber segala kebaikan dan segala yang mendatangkan kebahagiaan bagi umatNya. Dalam konteks masa itu, berkat Tuhan yang mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan umat Israel, amat berkaitan dengan panen baik, ternak baik, musim baik, keturunan, dst. Tapi, berkat Tuhan ini akan sia-sia tanpa disertai perlindungan Tuhan untuk umat-Nya. Bila umat Allah diserang oleh segala kejahatan, panen buruk, musuh yang kejam, ternak yang mandul, perampasan semua yang baik, maka apakah arti berkat Tuhan itu? Raja Daud adalah orang yang paling mampu menghayati berkat ini (Mazmur 23). Sebagai Gembala yang baik, Tuhan sudah menyediakan apa yang Daud perlukan, dan Ia senantiasa memelihara Daud bagaikan biji mataNya sendiri.

Kedua (ayat 25): “Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia.” Wajah Tuhan yang bersinar menunjuk pada kebaikan hati, kehendak baik, dan kasih karunia Allah kepada umat-Nya, dimana berlawanan dengan murka-Nya. Orang yang disinari oleh wajah Tuhan berarti orang itu menerima kasih karunia Tuhan. Kasih karunia (anugrah) yang terbesar bagi orang Kristen tidak berupa materi, yang hanya bersifat sementara, tapi keselamatan yang bersifat kekal.

Ketiga (ayat 26): “Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Ketika Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepada seseorang berarti Tuhan berkenan kepada orang itu dan Dia akan memberikan damai sejahtera-Nya (Shalom). Shalom bukan hanya suatu perasaan. Shalom adalah suatu hasil (akibat) dari relasi yang dipulihkan. Ketika relasi kita dengan Tuhan dan sesama dipulihkan, disanalah damai sejahtera Allah akan mengalir dan memenuhi hati dan lingkungan kita. Mari kita selalu hidup di dalam Allah yang merupakan sumber berkat bagi umat-Nya. *

Share Button