Bacaan hari ini: Imamat 25:1-22
“Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu… tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN….” (Imamat 25:3-4)

Sungguh luar biasa kasih karunia Tuhan melalui Tahun Sabat bagi manusia, memang bagi manusia tidak mungkin memikirkan hal yang demikian, sejak hari penciptaan Tuhan sudah memikirkan kebaikan ciptaan-Nya.

Hal pertama yang kita pelajari adalah, bagaimana kehidupan manusia bergantung kepada Pencipta yang memberi hasil panen kepada manusia, bukan pada kerja keras manusia itu sendiri. Melalui Tahun Sabat, manusia yang beriman diajar untuk mengakui bahwa Tuhanlah yang memberikan istirahat kepada manusia dan alam ciptaan-Nya setelah berjerih lelah dalam segala usaha pekerjaan mereka, sekarang waktunya Tuhan ingin menusia menikmati hasil pekerjaannya, hidup secukupnya dari hasil yang sudah Tuhan berkati pada tahun-tahun sebelumnya.

Kedua, alam yang Tuhan ciptakan juga beroleh istirahat yang baik dari kerja kerasnya. Hari ini ilmu pengetahuan pun memberitahukan kepada kita bahwa tanah yang terlalu sering dibajak dan ditanami terus-menerus, pada suatu saat, akan kehilangan kesuburan (gizi). Cara memperbaharui tanah agar bisa subur kembali adalah dengan membiarkan alam bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia; dengan melalui “istirahat”, melalui mekanisme alam, tanah akan menggemburkan dirinya sendiri sehingga ia baik dipakai untuk bercocok tanam pada tahun yang akan datang. Tuhan memerintahkan hal ini, selain untuk memelihara kehidupan alam semesta, juga untuk kehidupan manusia di dunia ini, supaya tidak ada kerusakan lingkungan, dan lebih nyaman untuk tempat tinggal manusia.

Ketiga, pada tahun Sabat, tanah tetap akan mengeluarkan hasil dari dirinya sendiri (ay. 6-7), namun bukan hanya untuk yang punya, tetapi juga untuk ternak, budak bahkan orang asing. Artinya, hasil tanah di tahun Sabat adalah untuk semua makhluk, tanpa kecuali, punya hak yang sama untuk mengambilnya. Dari sini, kita melihat perhatian Tuhan kepada orang-orang kecil, miskin, pendatang, dipelihara melalui tahun Sabat ini, dan mereka sama berharga di mata Tuhan, semua dikasihi dan dipelihara oleh-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Bagaimana kita memelihara Sabat Mingguan, Tahuan di hadapan Tuhan? (2) Bagaimana perhatian kita terhadap alam ciptaan Tuhan dan orang miskin?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap jemaat Tuhan untuk dapat selalu bersyukur atas alam ciptaan Tuhan dan kesempatan yang Tuhan berikan bagi setiap kita untuk menikmati waktu istirahat yang dikaruniakan-Nya.

Share Button