Bacaan hari ini: 1 Raja-Raja 15:1-32
“Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.” (1 Raja-Raja 15:11)

Pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” tidaklah terbukti dalam kehidupan Abiam dan Asa, ayah dan anak ini. Sifat serta gaya hidup Asa berbanding terbalik dengan Abiam, ayahnya. Mereka memiliki nilai yang bertolak belakang di hadapan Tuhan ketika disandingkan dengan raja Daud, moyang mereka. Daud tetap dicatat sebagai patokan pengukur baik-tidaknya Raja Israel dan Yehuda, karena meskipun Daud berdosa dalam kasus Batsyeba, namun Daud adalah raja yang mengandalkan Tuhan dan tidak pernah berpaling kepada berhala.

Abiam adalah raja yang jahat di mata Tuhan, yang hatinya tidak terpaut dengan Tuhan. Abiam hanya diberikan Tuhan masa pemerintahan selama tiga tahun; sementara Asa, Raja Yehuda, memerintah paling lama, yaitu 41 tahun, lebih lama dari Daud dan Salomo, yang masing-masing 40 tahun. Asa tercatat sebagai raja pertama yang menghapus penyembahan berhala dari Yehuda, bahkan memecat neneknya, Maakha dari jabatannya sebagai ibu suri karena praktik penyembahan berhala.

Asa membawa persembahan bagi Tuhan. Meskipun di dalam 1 Raja-Raja dicatat bahwa Asa tidak menyingkirkan bukit-bukit pengorbanan bagi berhala, namun dalam kitab 2 Tawarikh 14:3 dicatat Asa menyingkirkannya, meskipun tidak seluruhnya. Tetapi, baik dalam kitab 1 Raja-Raja maupun dalam kitab 2 Tawarikh, Asa dikenal sebagai seorang raja yang tulus ikhlas sepanjang umurnya dan terpaut dengan Tuhan. Meskipun dalam catatan 2 Tawarikh, Asa dinyatakan bersalah karena memenjarakan nabi Tuhan, tapi sama dengan Daud, moyangnya, dia tidak menyembah berhala. Melalui Asa, ada dua hal yang tampak sebagai perubahan yang baik, yaitu Yehuda jauh dari penyembahan berhala dan kemegahan Bait Allah kembali terlihat. Asa memiliki keteguhan hati kepada Tuhan.

Di mana kita berada, banyak hal bisa memberikan dampak bagi kita, sehingga jika tidak memiliki keteguhan dan keterpautan hati kepada Tuhan, kita bisa terpengaruh hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, kuatkan dan teguhkanlah hatimu menghadapi godaan dunia ini.

STUDI PRIBADI: (1) Apakah yang membedakan Abiam dan Asa? (2) Apakah yang harus kita lakukan supaya tidak tergoda untuk berpaling dari Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah supaya setiap anak Tuhan diberikan Tuhan keteguhan hati untuk melawan godaan dunia ini, dengan setia mengikut Tuhan dan mengerjakan keselamatan yang dianugerahkan-Nya dengan benar.

Share Button