Jangan Sombong

Posted by Perspektif — September 2013
Sep
27

Bacaan hari ini: Yesaya 3:1-26

“Maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan Tuhan akan mencukur rambut sebelah dahi mereka.” (Yesaya 3:17)

Dalam bacaan hari ini, Yesaya menyoroti hal “kesombongan wanita-wanita Zion, baik akan kecantikan atau kekayaan mereka.” Yesaya melihat bahwa simbol kesombongan mereka akan segera dihapus dan digantikan penghinaan: (1) mereka akan menerima penyakit sebagai ganti kemuliaan mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Yesaya di dalam ayat 17, “maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Zion penuh kudis dan Tuhan akan mencukur rambut sebelah dahi mereka.” Penyakit “kudis” adalah “scrab” = “keropeng”, atau juga dapat berarti “psoriasis”, semacam penyakit kulit yang mengerisik, kering, mungkin di seluruh tubuh, tapi yang terbanyak adalah di lengan dan di tungkai, terutama di siku dan lutut. (2) Hilangnya harta milik sebagai ganti kemuliaan mereka. Wanita-wanita Zion pun akan kehilangan harta benda mereka. Perhiasan mereka digantikan dengan “ikat pinggang seutas tali”, dan juga “sehelai kain kabung.” (3) Kehilangan suami atau pelindung mereka. Hal yang paling menyedihkan, yang akan diterima oleh wanita-wanita Zion adalah, bahwa mereka akan kehilangan suami, atau bahkan pahlawan perang mereka di medan pertempuran (ay. 25), sehingga tidak ada lagi yang akan melindungi mereka, dan mereka menjadi janda.

Sehingga, dalam Yesaya 4:1 dikatakan bahwa “wanita-wanita tersebut memperebutkan seorang pria untuk dijadikan sebagai suami”, yakni guna menutupi aib atau suatu kenyataan pahit dimana mereka telah menjadi seorang janda. Dua pesan yang disampaikan oleh Yesaya dalam kisah ini adalah: (1) Segala kekuasaan ataupun kemuliaan, hanya Tuhan saja yang memberi, sehingga tidak ada hal yang patut disombongkan. Jikapun Tuhan memberikan kelebihan kepada kita, maka pergunakanlah segala kelebihan yang Tuhan berikan itu hanya untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kesombongan. (2) Tuhan tidak berkenan kepada sikap sombong kita, oleh sebab itu, adalah lebih baik apabila kita sebagai umat Allah memiliki sikap rendah hati, sama seperti Kristus yang rendah hati. Terlebih dari itu, hanya Tuhan sajalah yang patut ditinggikan.

STUDI PRIBADI: Apakah Allah berkenan terhadap kesombongan umat-Nya? Apa yang Allah lakukan untuk menghilangkan kesombongan umat-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi para pemimpin gereja agar mereka tidak menyombongkan diri karena kedudukan yang mereka miliki, melainkan dengan rendah hati dapat melayani jemaat dan memuliakan Tuhan.

September 2013
S M T W T F S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner