Hidup yang Beribadah

Posted by Perspektif — Agustus 2013
Aug
20

Bacaan hari ini: Mazmur 105:1-6

“Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya.” (Mazmur 105:5)

“Datanglah ke hadirat Tuhan, carilah wajah Tuhan,” merupakan ajakan yang seringkali kita dengar, khususnya diucapkan oleh pemimpin pujian ibadah Minggu. Namun, apakah ini hanya menjadi panggilan liturgi ibadah rutin gereja?

Mazmur 105 ini merupakan syair yang dipakai dalam liturgi ibadah, yang dibacakan kepada bangsa Israel pada masa Bait Suci yang kedua. Dalam liturgi ibadah ini terdapat tiga tahapan sikap dalam beribadah.

Pertama, ajakan untuk datang kepada Allah (ay. 1-3). Sikap hati yang diajarkan oleh Pemazmur adalah bersyukur, bernyanyi dan bermegah dalam nama Tuhan. Itu berarti, sikap pertama yang mendahului seseorang memasuki ibadah adalah hati yang bersukacita sambil memuji-muji Allah.

Sikap kedua adalah mencari Allah (ay. 4). Kata “carilah” diulang tiga kali dalam ayat ini, yaitu carilah Tuhan, carilah kekuatan-Nya, dan carilah wajah-Nya. Ada penekanan yang mengalami peningkatan, yang dimulai dari mencari pribadi Allah, lalu mencari perlindungan dalam kekuatan-Nya, dan pada akhirnya mencari kesukaan untuk tinggal dekat dengan Allah. Sampai pada bagian ini, sesungguhnya ajakan Mazmur 105 untuk datang ke hadirat Tuhan dan mencari Tuhan, bukanlah ajakan untuk berkumpul dalam sebuah upacara ibadah seperti yang kita lakukan setiap minggunya, melainkan ajakan untuk memiliki hidup yang datang dan dekat kepada Tuhan. Hal ini semakin jelas melalui penekanan Pemazmur yang memakai kata “selalu”, yang menunjukkan aktivitas yang terus-menerus keseharian dan keseluruhan hidup kita.

Melengkapi ajakan untuk memiliki hidup yang beribadah, Pemazmur juga mengundang setiap orang percaya memiliki sikap yang ketiga, yaitu mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan. Kita mudah mengingat masalah dan masa-masa sulit dalam hidup kita, namun seringkali lupa mengingat perbuatan dan pertolongan tangan Tuhan. Dengan demikian, ibadah yang berkenan di mata Tuhan adalah hidup yang datang kepada Tuhan, mencari pribadi Tuhan, dan mengingat segala perbuatan ajaib Tuhan.

STUDI PRIBADI: Sudahkah kita memiliki hidup yang beribadah kepada Tuhan, yaitu hidup yang datang, mencari, dan mengingat akan Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar kita selalu diberikan kesadaran untuk beribadah, bukan hanya di gedung gereja namun beribadah dalam keseluruhan hari dan hidup kita.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

Switch to our mobile site