Amon, Raja Yehuda

Posted by Perspektif — Mei 2013
May
15

Bacaan hari ini: 2 Raja-raja 21:19-26

“Ia meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyangnya dan tidak hidup menurut kehendak TUHAN.” (2 Raja-raja 21:22)

Ada banyak nama raja bangsa Israel yang jarang disebut, bahkan seringkali dilupakan dan tidak diingat oleh banyak orang. Salah satunya ialah Amon, raja Yehuda. Demikian pula dalam kehidupan kita, ada kalanya kita dilupakan atau diingat banyak orang. Persoalannya adalah: apa yang mereka ingat atau lupakan? Perbuatan baikkah, atau yang jahat?

Melalui catatan sejarah kehidupan Amon, sang raja Yehuda ini, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari: (1) Kehidupan setiap anak Tuhan sangat dipengaruhi oleh keberadaan anggota keluarganya. Pencatatan nama ibunya dalam bagian ini merupakan sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Seorang ibu akan memberikan pengaruh yang kuat bagi kehidupan anak-anaknya. Sebab itu, suasana dan kehidupan di sekitar kita menjadi suatu pengaruh yang perlu diperhatikan; (2) Teladan hidup setiap anak Tuhan sangat dapat memberikan dampak posifit bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Kondisi sekitar juga menuntut setiap anak Tuhan menjadi teladan yang berdampak bagi orang di sekitar. Oleh sebab itu, kita tidak boleh semata-mata menyalahkan kondisi yang kita alami, sebaliknya kondisi itu justru memotivasi kita untuk menjadi teladan yang baik bagi sekeliling. Manasye, raja Yehuda, telah gagal menjadi ayah yang baik dengan memberi teladan yang tidak baik, sehingga Amon, raja Yehuda, juga gagal menjadi raja yang berkenan kepada Allah; (3) Relasi yang baik dengan Tuhan akan memberikan makna yang luar biasa untuk kehidupan setiap anak Tuhan. Kalimat “melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang” merupakan suatu tanda kehidupan yang memiliki kehidupan relasi yang rusak dengan Allah. Relasi yang rusak inilah yang selalu menjadi penyebab utama kegagalan bagi setiap raja yang memerintah bangsa Israel. Sebagai akibatnya, maka Allah menyatakan hukuman bagi setiap raja yang meninggalkan-Nya. Sebab itu, perlu menjadi perhatian dalam kehidupan kita bahwa hukuman Tuhan selalu akan hadir bagi setiap anak Tuhan yang meninggalkan-Nya.

STUDI PRIBADI: Apa yang dicatat oleh penulis kitab 2 Raja-Raja tentang kehidupan Amon, raja Yehuda? Apa yang perlu kita perhatikan ketika kita membaca sikap Amon?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi kehidupan keluarga Kristen, agar mereka menyaksikan contoh kehidupan yang takut akan Tuhan, sehingga anak-anak mereka mendapatkan teladan dan pengaruh kehidupan iman yang baik pula.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner