Aku dan Seisi Rumahku

Posted by Perspektif — Maret 2013
Mar
26

Bacaan hari ini: Yosua 24:1-15

“… pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;… Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15)

Konsistensi Yosua mengikuti semua kehendak Tuhan, ditunjukkan Yosua sejak ia muda hingga akhir hayat hidupnya. Ketekunan dan kesetiaannya terlihat jelas dalam sejarah hidupnya, dan dipertegas dengan kata-kata terakhir sebelum ia meninggalkan dunia ini. Ketika Yosua telah lanjut usia, ia mengumpulkan para tua-tua Israel di Sikhem untuk membagi beban hatinya (Yos. 24:1).

Sikhem adalah tempat di mana Abraham menerima janji Allah untuk pertama kalinya, bahwa Ia akan memberikan seluruh tanah Kanaan pada keturunannya; dan di sinilah juga tempat Abraham menolak kesediaannya menyembah allah lain dengan jalan mendirikan sebuah mezbah bagi Tuhan, satu-satunya Allah yang benar (Kej. 12:6-7). Lebih menakjubkan lagi, di Sikhem pula Yakub, setelah pengembaraannya di Mesopotamia, menyucikan dan menguduskan seluruh isi keluarganya dari penyembahan berhala dengan cara membakar semua berhala-berhala yang ada dan mendirikan sebuah mezbah bagi Allah (Kej. 33:18-20; bdk. Kej. 35:1-4).

Pada saat akhir hidupnya, Yosua juga mengumpulkan para tua-tua di tempat yang sama, yakni di Sikhem. Di tempat ini pula ia menantang umat Israel untuk kembali berkomitmen setia melayani dan beribadah kepada Tuhan, seperti yang telah ditunjukkan nenek moyang mereka Abraham dan Yakub, yang setia melayani dan beribadah kepada Tuhan. Yosua berkata: “…pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos. 24:15). Dari ayat ini, kita melihat: Yosua hanya mempercayai Tuhan sebagai satu-satunya Allah yang benar. Yosua mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwanya, termasuk seluruh isi keluarganya.

Adakah hari kita juga melakukan hal yang sama, membawa seluruh isi keluarga kita untuk berkomitmen setia melayani dan beribadah kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, satu-satunya Allah yang hidup dan benar?

STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap Yosua terhadap Allah? Apa yang Yosua putuskan pada masa akhir hidupnya, termasuk anggota keluarganya? Bagaimana dengan Anda?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka tetap berlaku setia pada Tuhan Yesus, bahkan dengan senang hati mengajak seluruh anggota keluarga mereka untuk beribadah kepada Tuhan Yesus.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner