Ingatlah dan Kuduskanlah Hari Sabat

Posted by Perspektif — Januari 2013
Jan
28

Bacaan hari ini: Keluaran 20:8-11

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” (Keluaran 20:8)

Perintah Tuhan ini sudah jelas yaitu agar umat-Nya menguduskan hari Sabat (hari perhentian) untuk Tuhan. Lazimnya, orang Kristen menguduskan hari Sabat dengan beribadah ke gereja dan melayani Tuhan. Tapi ketika memperhatikan kata “ingatlah” dalam perintah ini, maka ada indikasi kita bisa lupa untuk menguduskannya. “Lupa” dalam arti apa?

(1) Legalisme. Kita melewati hari Sabat seperti orang Farisi dan ahli Taurat; tidak bekerja, tidak melakukan ini dan itu, ke gereja, melayani, tetapi tanpa motivasi yang benar dalam melakukannya. Semua itu, kita lakukan secara mekanis, sudah terbiasa, atau hanya untuk sekadar menuruti aturan-aturan tertentu. Yang lebih buruk, kita merasa rohani karena telah menguduskan hari Sabat, dan mulai menghakimi orang-orang Kristen lain yang tidak sehebat kita dalam menguduskan hari Sabat.

(2) Dualisme. Beberapa orang Kristen memiliki perilaku yang berbeda di hari Sabat dan 6 hari lainnya. Pada hari Sabat (Minggu) mereka akan menampilkan tingkah laku bak malaikat, penuh senyum, kekudusan, dan kesungguhan melayani. Tetapi begitu hari berganti Senin dan seterusnya, tingkah laku mereka akan berubah menjadi berbeda sekali. Penuh dengan kejahatan, dosa, dan tidak mempedulikan firman Tuhan.

(3) Mengabaikan. Ada orang Kristen yang tahu bahwa hari Minggu adalah hari beribadah kepada Tuhan, tapi mereka tidak mempedulikan itu. Mereka lebih asyik berlibur ke luar kota atau melakukan kegiatan lainnya. Ada juga yang datang beribadah, tetapi sikap dan perilaku mereka tidak tepat. Ketika beribadah, mereka asyik dengan perangkat seluler mereka. Asyik ber-BBM, main handphone, mengunduh aplikasi, atau malah melihat film. Biasanya, orang Kristen seperti ini adalah mereka yang berpikir: “pokok’e sudah ke gereja.” Sehingga, mereka hadir di gereja tetapi hatinya tidak sungguh-sungguh untuk Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Kiranya Tuhan menolong kita sehingga kita mempunyai motivasi dan sikap hati yang tepat ketika menguduskan hari Sabat/ beribadah ke gereja.

STUDI PRIBADI: Tantangan apa yang sering membuat Anda beribadah dengan sikap yang tidak tepat di hadapan Tuhan? Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi hal itu?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar diberikan motivasi dan kerinduan untuk beribadah dengan benar setiap hari Minggu, ibadah yang mereka lakukan diterima dan berkenan di hati Tuhan.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

Switch to our mobile site