Jangan Mudah Emosional

Posted by Perspektif — Oktober 2012
Oct
31

Bacaan hari ini: Amsal 12:16

“Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.” (Amsal 12:16)

Menjaga harga diri yang berlebihan, tidak saja membuat kita enggan menerima nasihat orang lain, tetapi juga membuat kita mudah meluapkan emosi kita. Inilah yang sering masih kita lakukan ketika mendengar perkataan orang lain yg merendahkan kita. Dengan semangat emosional yang membara, kita berusaha melakukankan hal yang sama kepada orang tersebut. Akhirnya, bukan kedamaian yang kita alami, tetapi permusuhan yang berlarut-larut.

Kehidupan semacam ini tentu saja tidaklah baik bagi mentalitas dan kerohanian kita. Untuk itu, kita perlu belajar dari nasihat penulis Amsal yang mengatakan: “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak yang mengabaikan cemooh” (Ams. 12:16).

Pertama, jika kita tidak ingin menjadi “bodoh,” yaitu orang yang tidak bijaksana dan tidak mengerti kehendak Tuhan, janganlah kita membiarkan diri kita dikuasai oleh emosi kemarahan ketika perkataan atau sikap orang lain menyakiti hati kita. Kemarahan yang tidak terkendali dan seketika itu juga menyatakan sakit hati kita, tidak akan pernah membuat permasalahan yang kita hadapi menjadi lebih baik. Yang terjadi justru kita menghadapi persoalan yang baru, yaitu kebencian. Padahal, kebencian tidak berkenan di hati Tuhan.

Kedua, hendaklah kita belajar menjadi bijak, yaitu tidak mudah marah dan mengabaikan cemooh yang menyerang kita. Sesungguhnya, cemooh tidak akan berdampak apa-apa pada diri kita, ketika kita mengabaikannya. Sebaliknya, jika kita “menerimanya”, maka kita akan merugikan diri sendiri. Kita menjadi sakit hati dan menyimpan kebencian. Akibatnya, diri sendirilah yang rugi. Orang yang mencemooh, mungkin dapat tidur dengan nyenyak, tetapi kita yang sakit hati, tidak dapat tidur, bahkan beraktifitas dengan baik. Karena itu, jadilah bijak, janganlah kita mudah terprovokasi untuk menjadi emosional, hanya karena perkataan orang yang menyerang kita. Jangan biarkan apa yang telah kita bangun, menjadi rusak hanya karena luapan emosional kita yang tidak bijak.

STUDI PRIBADI: Mengapa orang yang meluapkan emosinya terhadap cemoohan orang lain dapat merugikan dirinya sendiri?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka tidak mudah terpancing menjadi marah dan tidak dapat mengendalikan diri; sebaliknya mereka hidup dalam damai sejahtera bersama orang lain.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner