Menghitung Hari

Posted by Perspektif — Agustus 2012
Aug
6

Bacaan hari ini: Mazmur 90

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, orang yang suka menunda-nunda, yaitu orang yang terlalu santai dalam menghadapi hidup. Prinsipnya: “masih ada hari esok”. Sedang tipe yang kedua adalah orang yang bijak, yaitu yang tidak suka membuang-buang waktu dengan percuma. Prinsipnya: “esok ‘kan terlambat”. Termasuk tipe manakah kita?

Tema Mazmur 90 ini membahas mengenai kehidupan manusia yang sangat singkat. Mazmur ini ditulis Musa sebagai refleksi dari kehidupan bangsa Israel ketika di padang gurun. Musa melihat bagaimana kehidupan mereka dipenuhi kesukaran dan penderitaan karena murka Allah yang menimpa mereka. Pada ayat 7 dikatakan, “Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu”; pada ayat 8 dikatakan, “Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu”; dan pada ayat 9 dikatakan, “Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.”

Karena melihat penderitaan yang dialami bangsa Israel lah, Musa lalu merefleksikan kehidupan manusia. Di mata Tuhan, manusia itu seperti debu, tidak ada artinya sama sekali. Bahkan dikatakan, “seribu tahun tidak ada artinya, hanya seperti satu hari saja di hadapan Tuhan.” Frase ini menunjukkan bahwa hidup manusia berlalu sangat cepat; manusia lahir, bertumbuh dewasa, tua, lalu meninggal; semua proses ini berlangsung begitu cepatnya.

Karena itulah Musa memanjatkan permohonan pada Tuhan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (ay. 12). Dalam Alkitab versi Bahasa Indonesia sehari-hari, doa ini dituliskan, “Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi.” Ketika menjalani kehidupan di dunia ini, satu hal yang harus kita sadari, yakni “hidup ini sangat singkat.” Sesungguhnya, kematian adalah sesuatu yang tidak terduga. Dan, tidak seorang pun tahu kapan ia akan mengakhiri hidupnya. Karena itu, kita harus menggunakan waktu-waktu yang ada dengan bijak.

STUDI PRIBADI: Bagaimana selama ini kita mengisi hidup kita? Apa yang seharusnya kita lakukan dalam hidup yang singkat ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi diri kita sendiri, agar kita selalu diberikan hikmat dan bijaksana dalam menjalani kehidupan ini, sehingga kita menggunakan waktu-waktu ini dengan bertanggung-jawab dan memuliakan Tuhan.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner