Hikmat Allah Tak Tertandingi (1)

Posted by Perspektif — Mei 2012
May
10

Bacaan hari ini: Kejadian 50:15-21

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud … memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20)

Ada banyak peristiwa dalam dunia ini yang sulit kita mengerti tujuan dan maksudnya. Bahkan kita sering bertanya, “Mengapa Allah membiarkan peristiwa yang buruk itu terjadi?” Bahkan peristiwa itu menimpa diri kita juga!

Sebagai makhluk yang diciptakan Allah dengan rasio dan kemampuan analisa yang luar biasa, manusia berusaha mengerti dan menjawab pertanyaan tersebut. Alhasil, karena ingin menjawabnya, ternyata banyak juga manusia yang salah meresponi dan menilainya. Mereka berpikir, peristiwa buruk membuktikan bahwa Allah itu terbatas hikmat-Nya. Sungguh ironis jika kita sebagai anak Tuhan juga memiliki kesimpulan yang sama dengan mereka, ketika kita menghadapi peristiwa yang buruk.

Pertama, kesuksesan rencana Allah tidak dapat dihalangi oleh hikmat manusia. Dalam kisah Yusuf ini, tampaknya Allah telah merencanakan sesuatu bagi masa depannya (Kej. 37:5-8). Dalam mimpinya, Yusuf mendapatkan visi Allah bahwa dirinya kelak akan menjadi pemimpin dan penolong keluarganya. Namun, ketika ia menceritakan mimpinya, justru hal itu menyebabkan keluarganya jadi membencinya. Mereka lalu mulai merencanakan yang jahat terhadap Yusuf dengan cara menyingkirkan dia dari tengah-tengah keluarga. Rencana ini berhasil. Yusufpun dijual kepada bangsa lain, menjadi budak mereka. Pertanyaannya, apakah rencana Allah terhadap Yusuf gagal? Tidak! Kesuksesan rencana Allah tidak dibatasi oleh hikmat manusia. Sekalipun saudara Yusuf dapat menyingkirkan dia dengan hikmatnya, tetapi tidak dapat menghalangi rencana Allah baginya.

Kedua, hikmat Allah melampaui hikmat manusia. Yang menarik dari kisah Yusuf ini adalah: Telah terbukti bahwa hikmat manusia tidak dapat menandingi hikmat Allah. Sekalipun saudara-saudara Yusuf telah mereka-rekakan yang jahat, tetapi Allah justru mereka-rekakannya untuk menggenapkan visi masa depan Yusuf menjadi seorang pemimpin. Puji Tuhan! Karena itu, jangan kita gelisah akan masa depan kita. Jika Tuhan menuntun kita, maka Ia yang akan menggenapkan rencana-Nya atas kita.

STUDI PRIBADI: Apa yang dikerjakan Allah bagi Yusuf dengan membiarkan hal-hal buruk menimpanya? Apakah bukti bahwa hikmat Allah melampaui hikmat manusia?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka merendahkan diri dan percaya pada hikmat Allah yang mengatur kehidupan setiap mereka dengan bijaksana dan sempurna.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner