Pencobaan Iblis Terhadap Kristus

Posted by Perspektif — April 2012
Apr
17

Bacaan hari ini: Matius 4:1-11

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1)

Matius 4 merupakan bagian Alkitab yang menceritakan ujian terhadap kemesianikan Yesus, namun sekaligus juga teladan bagi orang percaya dalam menghadapi tipu daya Iblis. Itulah sebabnya, para penyalin Alkitab memberikan catatan kaki (referensi) tentang kisah ini yang menunjuk pada “keteladanan Mesias” dan kepedulian-Nya terhadap pergumulan hidup umat-Nya (Ibr. 2:18, 4:15). Jika demikian, apa saja yang dapat kita pelajari dari kisah pencobaan Tuhan Yesus ini?

Pencobaan Tuhan Yesus adalah sebuah teladan bagi tiap kita. Alkitab sering kali memberitahukan pada kita bahwa Iblis takut dan tunduk kepada Allah (Yak. 2:19). Namun demikian, ini bukan berarti bahwa Iblis tidak dapat “melawan” Allah. Bagaimana Iblis bisa melawan Allah? Secara kuasa, Iblis memang tidak dapat melawan Allah, karena hanya Allah saja yang berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu, termasuk Iblis. Untuk melawan Allah, maka Iblis sering kali melakukan tipu daya untuk merusak karya agung Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Sebagai contoh, Iblis merusak karya Allah dalam diri manusia melalui tipu dayanya, sehingga manusia jatuh dalam dosa (bnd. Kej. 3:1-7). Dengan tipu muslihatnya, Iblis telah menjatuhkan Hawa!

Lalu mengapa Iblis dapat mencobai Tuhan Yesus, bukanlah Allah tidak dapat dicobai oleh si-Jahat? (Yak. 1:13). Kita harus tahu, bahwa konteks kejadian pada saat Tuhan Yesus dicobai adalah konteks ujian terhadap kemesianikan-Nya (inkarnasi). Perhatikan pendahuluan kisah pencobaan ini yang menjelaskan bahwa Roh Kudus lah yang menuntun Tuhan Yesus untuk dicobai Iblis (Mat. 4:1). Pendahuluan ini membuktikan bahwa jika Allah sendiri tidak mengizinkan sesuatu terjadi, maka Iblis pun tidak dapat melakukannya (bandingkanlah hal ini dengan kisah pencobaan Ayub [Ayb. 1:6-12, 2:1-8]). Jadi, kisah pencobaan Tuhan Yesus di dalam Matius 4 ini bukan lah menguji “ke-Allahan-Nya,” tetapi ujian terhadap “kemesianikan-Nya;” sekaligus sebagai teladan hidup bagi umat-Nya dalam menghadapi dan mengalahkan pencobaan Iblis.

STUDI PRIBADI: Apakah Iblis mengerti firman Tuhan? Bagaimana repons Iblis terhadap firman Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bag jemaat agar Tuhan memberikan kepada mereka pengertian dan hikmat untuk dapat membedakan manakah kehendak Tuhan dan manakah yang bukan kehendak-Nya.

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner