Panggilan untuk Melayani

Posted by Perspektif — Februari 2012
Feb
22

Bacaan hari ini: Roma 1:1

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1)

Setiap kali Paulus menulis surat kepada jemaat Tuhan, ia selalu memperkenalkan dirinya sebagai “rasul Yesus Krisus,” atau “hamba Allah.” Ia tidak merasa malu dengan statusnya tersebut. Sebaliknya ia justru bangga, bahkan menunjukkan bahwa ia memiliki otoritas untuk melayani. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita memiliki cara pandang yang sama seperti Paulus, ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani?

Pertama, melayani Tuhan adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan. Sekalipun kita tidak dipanggil menjadi rasul seperti Paulus, bahkan jabatan rasul juga sudah tidak ada pada masa kini, panggilan Tuhan atas diri kita untuk melayani Dia, harus kita respons dengan benar, bahkan panggilan Tuhan tersebut memberikan kepada kita status yang baik di pemandangan-Nya. Namun, berapa sering kita justru menolak pangilan Tuhan untuk melayani Dia? Ingatlah, melayani Tuhan merupakan suatu kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita.

Kedua, melayani Tuhan adalah sebuah panggilan khusus untuk melayani Tuhan. Seringkali kita berpikir bahwa melayani Tuhan; entah itu menjadi majelis, pemimpin pujian/liturgi, pemain musik, penyambutan, dan lainnya, adalah pelayanan yang kita lakukan bagi institusi gereja. Sekalipun secara teknis pelayanan tersebut terkait dengan institusi gerejawi, namun substansi pelayanan tersebut adalah sebuah pelayanan untuk Tuhan. Jadi, ketika kita dipanggil untuk melayani di gereja dalam bidang pelayanan tertentu, itu adalah sebuah panggilan khusus untuk melayani Tuhan. Itulah sebabnya Paulus sangat bangga dengan statusnya, karena yang memanggil dirinya untuk melayani adalah Tuhan.

Ketiga, melayani Tuhan adalah panggilan otoritas untuk melayani. Yang dimaksud “otoritas” di sini adalah ketika seseorang dipanggil untuk melayani Tuhan, ia memiliki wewenang serta kuasa dari Tuhan untuk melayani jemaat-Nya. Tidak seorangpun yang boleh melayani jemaat-Nya, kecuali Tuhan yang memberi wewenang kepadanya. Karena itu, hargai dan hormati panggilan pelayanan Anda!

STUDI PRIBADI: Mengapa melayani Tuhan merupakan panggilan yang sangat berharga? Bagaimana repons Anda, ketika Tuhan memanggil Anda untuk melayani-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdolah bagi jemaat agar mereka memiliki keterbukaan hati untuk melayani Tuhan dalam bidang-bidang tertentu dan dapat melayani-Nya dengan penuh tanggung jawab dan setia.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

February 2012
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829  

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner