Momentum dari Allah

Posted by Perspektif — Januari 2012
Jan
16

Bacaan hari ini: Mazmur 90:10-12

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Pada suatu hari Minggu, di musim panas 1826, Franz Schubert dan beberapa temannya kembali dari Potzleinsdorf, menuju ke kota. Ketika kuda-kuda keretanya melangkah melewati Wahring, ia melihat temannya, Tieze, sedang duduk di kebun milik “Zum Biersack.” Di atas meja, dekat Tieze sedang duduk, terdapat sebuah buku yang terbuka.

Schubert segera mengarahkan pandangannya pada daun-daun pohon yang berjatuhan ditiup angin. Tiba-tiba ia berhenti dan berseru, “Sebuah melodi yang amat nikmat baru saja memenuhi kepala saya, dan sekiranya aku memiliki selembar kertas musik untuk menuliskannya.” Herr Doppler segera membuat garis-garis musik di belakang selembar kertas tagihan. Pada hari Minggu itu, Franz Schubert menulis “Serenade,” sebuah lagu dengan melodinya yang sangat manis dan hampir sempurna, sebuah karya masterpiece.

Dengan durasi waktu hidup manusia yang begitu cepat (rata-rata 70 tahun), acapkali hidup manusia banyak dipenuhi dengan “kesukaran dan penderitaan.” Maka, ketika seseorang tidak dapat meresponinya dengan benar, ia akan tenggelam dalam kepahitan hidup yang berkepanjangan. Jika hal ini terjadi, maka akan sulit baginya untuk menangkap momentum dari Allah, yang akan memampukan dia untuk melakukan suatu perubahan dalam hidup atau melahirkan karya-karya besar, seperti yang Schubert telah lakukan.

Perlulah kita berdoa seperti yang dilakukan oleh pemazmur, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mzm. 90:12). Marilah kita tidak lagi menyia-nyiakan memontem yang Allah kerjakan dalam hidup kita. Sebaliknya, segera “tangkap” dan “kerjakanlah” momentum yang dibuat-Nya, dengan bersikap bijaksana, sehingga hidup kita dapat menorehkan sejarah yang memuliakan Allah dan memberikan teladan yang indah bagi sesama. Jika kita tidak mengerti dan mengerjakannya mulai sekarang, kapan lagi? Jadilah bijak dalam setiap langkah kehidupan kita dan kerjakanlah momentum dari Allah!

STUDI PRIBADI: Apa yang diperlukan supaya kita tidak menyia-nyiakan momentum yang Tuhan berikan kepada kita? Apa akibatnya jika kita menyia-nyiakannya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka dapat mengerti momentum yang Tuhan berikan dalam hidup mereka, sehingga mereka memiliki hidup yang berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

Switch to our mobile site