Allah Sebagai Bapa

Posted by Perspektif — November 2011
Nov
11

Bacaan hari ini: Yohanes 1:12-13

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” (Yohanes 1:12)

Hubungan antara Allah dan manusia digambarkan dalam berbagai metafora, salah satunya adalah hubungan antara “Bapa dan anak.” Setiap gambaran yang diperlihatkan memberikan satu perspektif tertentu mengenai hubungan Allah dan manusia.

Dalam bagian ini digambarkan bahwa orang-orang yang menerima Yesus diberi-Nya kuasa sebagai anak-anak Allah, sehingga mereka dapat memanggil Allah sebagai Bapa. Panggilan “Bapa” ini bersifat personal. Panggilan ini hendak memperlihatkan sebuah hubungan yang amat intim antara Allah dengan umat-Nya. Yesus sendiri pun telah berulangkali menegaskan hubungan-Nya dengan Allah sebagai Bapa-Nya, dan membuat Dia mengerti betul isi hati Allah. Tidak hanya itu, Yesus pun menegaskan bahwa orang yang melihat diri-Nya, telah melihat Bapa. Dari pengertian ini, dapat dikatakan bahwa hubungan antara Bapa dan anak, digunakan untuk menggambarkan eratnya hubungan Allah dan umat-Nya. Melalui kehidupan umat-Nya, maka Allah menjadi jelas di mata dunia. Pribadi Yesus sebagai Anak Allah yang sejati adalah sebuah contoh ideal, mengenai seperti apakah anak-anak Allah harus berperilaku sebagai orang-orang yang menyandang gelar tersebut. Sebutan “anak-anak Allah” ini diberikan kepada kita bukan sekadar untuk memperlihatkan betapa mulia dan berkelasnya status orang-orang Kristen. Sebutan anak-anak Allah diberikan kepada setiap pengikut Yesus, supaya mereka menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang dipanggil untuk memperlihatkan kepada dunia ini, seperti apakah Allah itu. Jadi, seorang Kristen yang berkata bahwa dirinya adalah anak-anak Allah, harusnya mengerti bahwa gelar ini memperlihatkan panggilan kita dalam menyatakan pribadi Allah pada dunia.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menghadirkan Allah dalam hidup kita? Jika hidup orang Kristen tidak dapat mencerminkan kehadiran Allah, maka ia tidak layak menyandang predikat sebagai anak-anak Allah. Demikian pula mereka yang bukan anak Allah, tidaklah berhak memanggil Allah dengan sebutan Bapa.

STUDI PRIBADI: Sejauh mana kita telah menghadirkan Allah dalam kehidupan kita? Apa yang Tuhan Yesus telah teladankan bagi hidup kita, tentang menjadi anak Allah?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar setiap mereka memiliki kehidupan yang sesuai dengan sebutannya sebagai anak-anak Allah, sehingga melalui kehidupan mereka, nama Allah boleh dimuliakan dan semakin dikenal.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

November 2011
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner