Yang Terbaik Bagi Tuhan (3)

Posted by Perspektif — September 2011
Sep
28

Bacaan hari ini: Imamat 1:1-17 (lanjutan)

“Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” (Efesus 5:2)

Korban bakaran yang dibakar oleh imam di atas mezbah, menimbulkan bau yang menyenangkan hati Tuhan (ay. 9, 13). Pertanyaannya: “Bagaimana caranya persembahan itu bisa menimbulkan bau yang menyenangkan hati Tuhan? Apa resepnya, sehingga bau persembahan itu disenangi Tuhan?” Jawabannya adalah: Karena persembahan itu sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, Sang Penentu Kelayakan itu sendiri.

Prinsip ini jugalah yang dapat kita lihat dalam soal natur keberdosaan manusia yang kemudian dilayakkan oleh Allah untuk menerima keselamat-an dan menyembah Dia. Manusia tidak memperoleh keselamatan dengan cara dan usahanya sendiri, tetapi harus dengan cara Allah. Manusia yang berdosa tidak mungkin dapat memberikan persembahan diri yang sesuai dengan tuntutan Allah. Tuntutan-Nya adalah kesempurnaan, karena Dia adalah sempurna. Oleh sebab itu, Allah sendiri datang ke dalam dunia ini untuk kemudian menjadi korban pendamaian bagi manusia yang tidak berdaya itu. Persembahan yang sejati hanya ada di dalam kesempurnaan Kristus saja, Anak Domba Allah yang tak bercacat, yang hanya oleh-Nya, manusia memperoleh kelayakan untuk menimbulkan persembahan yang baunya menyenangkan hati Tuhan.

Karena itu, dalam hal ini, tidak seorangpun boleh merasa bahwa dirinya yang lebih “baik” dari orang lain, atau persembahannya yang lebih banyak dan lebih “baik” dari orang lain, sebagai sesuatu hal yang membuatnya lebih layak di hadapan Tuhan, dibandingkan orang lain. Karena, pada dasarnya memang setiap kita telah dilayakkan dan dimungkinkan untuk dapat memberikan persembahan yang layak, hanya semata-mata karena pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Hanya dengan pengorbanan Kristus, kita dapat mempersembahkan hal yang seturut dengan tuntutan-Nya. Hal yang dapat kita lakukan saat ini adalah mensyukuri pengorbanan Kristus itu dan dengan rendah hati berjuang untuk menjaga agar apa yang sudah dikaryakan Kristus itu, tidak ternodai dengan cara hidup kita yang sembarangan.

STUDI PRIBADI: Apa yg membuat persembahan atau pelayanan kita berkenan pada Allah? Mengapa setelah memberikan yang terbaik kepada Tuhan, kita tidak boleh berbangga diri?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar ketika mereka telah melayani dan memberikan persembahan yang terbaik, mereka tetap sadar bahwa semua itu adalah karena kemurahan Tuhan yang diberikan kepada mereka.

© Perspektif — Do not face the day until you have faced God

September 2011
S M T W T F S
    Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner