Kitab Bilangan

Editorial SEPTEMBER 2017

Kitab Bilangan adalah salah satu kitab penting dari 5 Kitab yang ditulis oleh Musa. Orang Yahudi menamai Kitab ini berdasarkan kata pertamanya “wayedabber” yang dapat diartikan, “Dia berkata…” atau “bemidbar” yang artinya “di padang gurun…” Sebaliknya, para penterjemah Yunani menyebutnya “arithmoi, yang artinya “bilangan.” Judul Kitab Bilangan diberikan karena bagian awal Kitab ini, termasuk juga pasal 26, mengandung banyak bilangan, terutama terkait dengan bilangan-bilangan sensus. Itulah sebabnya para penterjemah, baik Yunani dan Latin, memberikan judul demikian.

Secara tradisional, para sarjana Yahudi dan Kristen menganggap bahwa Musa adalah penulis Kitab Bilangan. Mereka meyakini bahwa Musa sebagai pemberi hukum bagi umat Israel. Dasar dari keyakinan ini adalah Bilangan 33:2, yang menjadi rujukan atas keyakinan para sarjana Yahudi dan Kristen tersebut.

Menurut analisa penanggalan, sangat mungkin peristiwa yang dicatat dalam Kitab Bilangan ini meliputi waktu tiga puluh delapan tahun sembilan bulan. Ini merupakan periode awal dari pengembaraan Israel di padang gurun. Peristiwa-peristiwa yang ditulis dalam Kitab Bilangan diceritakan di dalam tiga tahap yang berbeda: (1) Waktu dua puluh hari di Gunung Sinai, dari penyelesaian Kemah Suci sampai naiknya awan yang memimpin perjalanan umat Israel (lih. Bil. 1:1-10:11); (2) “hukuman” selama tiga puluh delapan tahun pengembaraan di padang gurun dari Sinai ke Kadesh—untuk generasi pertama umat Israel yang keluar dari Mesir, sebagai akibat dari ketidakpercayaan dan pemberontakan mereka (lih. Bil. 10:11-20:13; bdk Bil. 33:38); dan (3) masa enam bulan akhir dari masa tiga puluh delapan tahun ketika generasi kedua umat Israel mengadakan perjalanan dari Kadesh menuju dataran Moab (lih. Bil. 20:14-36:13; bdk Bil. 33:38 dan Ul. 1:3).

Dipandang dari segi sastra, Kitab ini adalah buku harian dari hubungan antara Umat Israel dengan TUHAN. Umat Israel sendiri mengalami akibat tragis dari ketidaktaatan pada ketetapan-ketetapan TUHAN (mis. Bil. 16:25-50; 25:1-18). Pesan kitab ini: Pertama, menceritakan tentang kesabaran dan kesetiaan TUHAN di dalam menghadapi gerutu dan pemberontakan Israel yang dilakukan terus-menerus; Kedua, pesan itu menyingkapkan lebih lanjut mengenai kodrat dan hakikat dari TUHAN, Allah, pemrakarsa Perjanjian dengan umat Israel.

Pengalaman umat Israel bersama dengan TUHAN di padang gurun memberi gambaran sekilas tentang TUHAN yang memelihara, setia dan sabar, yang dalam kedaulatan-Nya dan akan turun tangan tepat pada waktunya, yang dengan belas kasihan menanggapi permohonan umat Israel, serta sebagai Allah yang adil dan cemburu jika umat Israel melakukan dosa.

Diharapkan, dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari Kitab Bilangan, kita dapat belajar mengenai sejarah perjalanan umat Israel keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan kepada umat-Nya untuk ditinggali dan diami. Dan bagaimana Tuhan membentuk dan mendidik Israel di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun. Tuhan memberkati. *

September 2017
S M T W T F S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner