Natur Misi Allah

Editorial AGUSTUS 2016
Hilangnya semangat memberitakan Injil sesungguhnya bukan disebabkan karena faktor ketiadaan sarana-prasarana Injil yang dibutuhkan, atau sumber daya manusianya, melainkan karena hilangnya kasih dan kebenaran dalam hidup umat Tuhan.

Jika kita melihat natur misi Allah, maka kita akan menemukan, apa yang membuat Allah (khususnya Allah Anak, Yesus Kristus) rela turun ke dunia, menjadi hamba, bahkan mati di atas kayu salib, demi keselamatan umat manusia (Flp. 2:5-8). Jika kita melihat alasan Allah melakukan tindakan tersebut, ternyata bukanlah berasal dari luar diri-Nya, melainkan dari dalam diri-Nya. Yohanes mencatat dalam Injilnya, bahwa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Apa yang kita dapatkan dari ayat tersebut? Pertama, realitas bahwa Allah Bapa mengutus Anak-Nya menjadi jalan keselamatan bagi manusia berdosa, didorong oleh karena Kasih-Nya yang begitu besar. Kasih itu tidak layak diterima oleh manusia yang berdosa kepada-Nya, namun kasih itu pula yang membawa Yesus Kristus, Tuhan kita, menjadi manusia, bahkan hamba dan mati di atas kayu salib demi keselamatan kita. Jika kita memiliki kasih, seperti Allah yang mengasihi kita, maka kita akan membagikan Injil kepada mereka yang hidup dalam kegelapan dosa. Demikian pula, tanpa kasih, sekalipun kita memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan penginjilan, hal itu tidak akan berbuah.

Kedua, realitas kebenaran, bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, merekalah yang diselamatkan. Demikian sebaliknya, mereka yang menolak-Nya, akan binasa. Namun kehidupan pluralisme agama masa kini telah mengaburkan realitas kebenaran ini, yaitu di bawah kolong langit ini tidak ada nama yang olehnya seseorang dapat diselamatkan, kecuali nama Yesus (Kis. 4:12). Hilangnya pengakuan finalitas Yesus dalam soteriologi telah membuat banyak orang Kristen luntur dalam pemberitaan Injil Tuhan, seolah-olah, tanpa Yesus adalah perkara yang biasa. Namun tidak demikian dengan Allah. Tanpa Yesus Kristus, manusia pasti binasa! Apa yang harus kita lakukan? Jika kita memiliki kasih dan kebenaran ini, maka kita akan berjuang untuk pekabaran Injil Tuhan. *

August 2016
S M T W T F S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner