Natal Telah Tiba

Editorial DESEMBER 2016
Memasuki bulan Desember, selalu mengingatkan kita akan Natal, hari besar bagi umat Kristen, yang menceritakan tentang realitas kehadiran Allah di tengah-tengah dunia ini. Natal atau Kelahiran Yesus Kristus mengajarkan kepada kita, bahwa Allah yang Kudus dan Mulia merendahkan diri dengan hadir di tengah-tengah orang berdosa dan memberikan damai sejahtera-Nya. Kehadiran-Nya di tengah-tengah kita adalah untuk sebuah Misi Agung yaitu menyelamatkan kita, orang berdosa, dan membawa kita kepada persekutuan dengan-Nya.

Mengingat kembali kehadiran-Nya di antara kita, seharusnya mendorong kita untuk meneladani Dia, bahwa sebagai umat-Nya kita perlu menjalani hidup seperti Dia.

(1) Kerendahan hati-Nya. Sementara banyak orang menyombongkan diri, bahkan ingin menjadi seperti Tuhan; Yesus Kristus, yang adalah Allah, justru merendahkan diri, rela menjadi manusia; bukan untuk dilayani tetapi melayani. Tidakkah hati kita terketuk untuk tidak menyombongkan diri, tapi mau hidup rendah hati, sebagai umat-Nya?

(2) Pengorbanan-Nya. Sementara banyak orang masa kini berusaha mengorbankan sesamanya demi kepentingan diri sendiri; Kehadiran Yesus Kristus, yang adalah Allah, mendorong kita untuk introspeksi diri agar hidup bukan untuk mengorbankan orang lain, tapi mengorbankan diri sendiri demi kebaikan orang lain. Itulah Misi Agung Kristus, bahwa Dia hadir untuk karya keselamatan, yang berarti Ia harus mengorbankan diri-Nya untuk menebus kita.

(3) Kemenangan-Nya. Dia hadir dalam keadaan yang hina (lahir dalam kandang binatang), bahkan kematian-Nyapun juga sebuah kehinaan. Namun hikmat Allah bukanlah hikmat manusia. Kehinaan dipakai-Nya untuk menyatakan kemenangan. Banyak orang ingin “menang” dalam segala hal; sekalipun dirinya kalah terhadap dosa. Kristus nampak hina dan kalah di hadapan musuh-musuh-Nya pada masa itu; namun sesungguhnya, Allah berkuasa memakai yang hina dan lemah menyatakan kemenangan-Nya. Kemenangan-Nya bukan kemenangan atas dimensi fisik (sekalipun ini akan dikerjakan-Nya pada akhir zaman), tetapi atas maut dan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia sejak semula (zaman Adam). Dia nampak kalah, tetapi sesungguhnya, Dialah Pemenang!

Marilah kita menghayati momentum Natal ini dengan hidup rendah hati, mempedulikan orang lain dan hidup dalam kemenangan rohani; sama seperti Kristus yang mulia, rela hadir dan memberikan kemenangan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Amin. *

December 2016
S M T W T F S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

google search…

Ingin menerima renungan Perspektif melalui e-mail? Daftarkan alamat e-mail Anda di sini:

Delivered by FeedBurner