Senin, 22 Juli 2013
Tempat untuk Bersembunyi

Bacaan hari ini: Mazmur 32:1-11
“Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar...” (Mazmur 32:11)

Mazmur ini merupakan salah satu kesaksian Raja Daud. Jika Amsal berbicara tentang wejangan hikmat, dan Pengkhotbah serta Ayub merupakan pergumulan yang sifatnya filosofis, maka Mazmur adalah ekspresi yang muncul dari relasi dengan Pencipta dalam bentuk syair/puisi. Di sinilah keunikan Alkitab yang memberi tempat pada sejarah, silsilah, nubuatan, narasi, dan juga ekspresi yang muncul dari hati, namun mengarah kepada satu Pribadi yang kudus yaitu Kristus. Bagi Dia tidak ada satu wilayahpun di dunia yang absen dari kehadiran-Nya atau tersembunyi dari Dia?

Bagaimanakah manusia meresponi keberadaan-Nya? Apakah yang dimaksudkan dengan “tempat sembunyi” jika hal ini berhubungan dengan kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia? (1) Sembunyi dari Allah (ay. 3-4); keberadaan orang berdosa yang secara progres terpuruk dalam dosa, digambarkan dengan ekspresi yang dingin; ketidak-berdayaannya dalam menapaki kehidupan ditunjukkan dengan keluhan-keluhannya sepanjang hari. Inilah yang dialaminya jika tahu bersalah dan sembunyi dari Allah, padahal tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sehingga hidupnya semakin tertekan (ay.4). (2) Sembunyi di dalam Allah (ay.5-7); manusia yang berdosa mencari Allah? Tidak! Allah yang mencari manusia, karena kasih karunia Allah semata, dan ketika manusia dengan tangggung jawabnya mengakui dosanya di hadapan Allah, menyembunyikan diri di dalam Dia, ekspresi kelegaan mulai terpancar dari jiwanya karena di dalam pengakuan akan keberadaan Allah. Suasana hati mulai dipenuhi proses pemeliharaan Allah. (3) Sembunyi bersama Allah (ay.8-11); proses pembelajaran yang dilakukan Allah kepada umat-Nya berlangsung terus-menerus sepanjang hidup, yang sementara ini sampai waktu kekekalan tiba. Hal inilah yang memunculkan optimisme besar untuk memulai hari, sebab “orang yang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia” (ay.10). Oleh sebab itu, hidup kita karena anugerah semata (ay.1-2), dan keselamatan selalu dan hanya datang dari Allah kita.

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah kondisi yang diceritakan pemazmur tentang dirinya? Dari manakah datangnya pengharapan dan keselamatannya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menyerahkan kehidupan mereka kepada Tuhan Yesus, Sang Juruselamat jiwa mereka, ketika mereka terpuruk dalam dosa.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami